Bengkel Korpri Tanggamus Jadi Sorotan Transparansi Dana

Bengkel Korpri Tanggamus Jadi Sorotan Transparansi Dana

Isu Pengelolaan Iuran Korpri di Kabupaten Tanggamus

Isu pengelolaan iuran Korpri di Kabupaten Tanggamus kembali mencuat setelah beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) menyuarakan ketidakpuasan terkait transparansi dana yang dipotong tiap bulan. Di sisi lain, Korpri meluncurkan unit usaha baru, Bengkel Korpri Auto, yang diklaim untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Seorang ASN, Suherman, mengungkapkan bahwa pemotongan iuran ASN dilakukan tiap bulan sebesar 10% untuk golongan III dan 15% untuk golongan IV. Menurutnya, proses ini terkesan dipaksakan dengan dokumen yang harus ditandatangani di atas materai dan dipotong langsung melalui Bank Lampung. Ia menekankan belum ada pertanggungjawaban tahunan yang jelas terkait penggunaan dana tersebut.

“Dulu kami takut bersuara, tapi sekarang kami minta agar lembaga audit internal Inspektorat mengaudit dana Korpri secara transparan. Kami juga berharap APH, terutama Kejaksaan, dapat menelaah dugaan penyalahgunaan dana ini,” ujar Suherman.

Di tengah sorotan ini, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani meresmikan Bengkel Korpri Auto di Jalan Lintas Barat Pekon Gisting Permai Blok 28, Kecamatan Gisting. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan nasi tumpeng sebagai simbol launching unit usaha yang digagas oleh Dewan Pengurus Korpri Tanggamus.

Ketua DP Korpri Tanggamus, Hamid Hariansyah Lubis, yang juga Sekdakab Tanggamus, menegaskan tujuan bengkel ini untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Korpri melalui ekonomi kerakyatan dan sekaligus membuka lowongan pekerjaan. Layanan bengkel meliputi pergantian oli, aki, filter oli untuk roda dua dan roda empat, dan ke depan akan menambah servis berat.

“Bengkel ini milik kita semua. ASN anggota Korpri diharapkan memanfaatkan layanan ini terlebih dahulu, sebelum melayani masyarakat umum. Hasilnya kembali ke anggota dalam bentuk bantuan kesejahteraan, santunan meninggal dunia, biaya rawat inap, tunjangan bersalin, dan bantuan anak berprestasi,” ujar Lubis.

Bupati Dewi Handajani memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini. Ia menekankan bahwa keuntungan dari bengkel akan dinikmati anggota Korpri dan mendorong munculnya usaha serupa, seperti Korpri Mart, dengan catatan tetap sesuai peraturan perundang-undangan.

Langkah-langkah ini hadir di tengah permintaan ASN agar pengelolaan iuran lebih transparan. Suherman menekankan pentingnya audit dan pengawasan agar dana yang berasal dari ASN tidak disalahgunakan dan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi anggota.

Tantangan yang Dihadapi Korpri Tanggamus

Dengan situasi ini, Korpri Tanggamus menghadapi tantangan ganda: menjalankan unit usaha baru demi kesejahteraan anggota sekaligus memastikan pengelolaan iuran ASN transparan dan akuntabel. Kedua hal ini menjadi perhatian publik dan relevan bagi seluruh ASN dan masyarakat setempat.

Beberapa Aspek Penting yang Perlu Diperhatikan:

  • Transparansi Dana
    ASN mempertanyakan bagaimana dana yang dipotong setiap bulan digunakan. Mereka meminta adanya laporan keuangan yang jelas dan audit internal untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan tujuan awal.

  • Partisipasi Anggota
    Bengkel Korpri Auto diharapkan bisa menjadi wadah partisipasi aktif dari para anggota. Hal ini bisa meningkatkan rasa memiliki dan kepercayaan terhadap pengelolaan dana.

  • Pengawasan Eksternal
    Selain audit internal, partisipasi dari lembaga pengawas seperti Kejaksaan dan Inspektorat sangat penting untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan dana.

  • Dampak Ekonomi
    Unit usaha seperti Bengkel Korpri Auto diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, termasuk menciptakan lapangan kerja.

Langkah Masa Depan

Untuk menghadapi tantangan ini, Korpri Tanggamus perlu membangun sistem pengelolaan yang lebih baik. Ini termasuk memperkuat komunikasi antara pengurus dan anggota, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dianggap adil dan transparan.

Selain itu, Korpri juga perlu memperluas cakupan layanan dan memperkuat kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, Korpri bisa menjadi organisasi yang lebih kuat dan bermanfaat bagi seluruh anggotanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan