Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Ini Perkiraannya

Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Ini Perkiraannya

Jadwal Puasa Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Berdasarkan kalender yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), awal Puasa Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Fitri 1447 H diprediksi akan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026. Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah yang akan digelar di masa mendatang.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah memastikan tidak ada kewajiban puasa yang tertinggal dari tahun sebelumnya. Bagi Muslim yang masih memiliki utang puasa karena alasan tertentu, seperti sakit, haid, atau kondisi lain yang dibenarkan syariat, dianjurkan untuk segera menunaikan qadha puasa sebelum Ramadhan tiba.

Syarat dan Ketentuan dalam Qadha Puasa

Qadha puasa merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai pengganti puasa Ramadhan yang terlewat. Berikut beberapa syarat atau ketentuan dalam mengqadha puasa:

  • Qadha puasa tidak boleh dibatalkan kecuali ada halangan yang dibolehkan dalam berpuasa Ramadhan.
  • Tidak wajib membayar puasa secara berturut-turut, atau boleh dilaksanakan dalam waktu yang tak berurutan jika berhutang lebih dari 1 hari.
  • Mengganti puasa sesuai dengan jumlah utangnya.
  • Membaca niat puasa qadha diwajibkan di malam hari sama seperti waktu bulan Ramadhan.
  • Saat melakukan qadha puasa lalu berhubungan dengan suami/istri di siang hari, maka tidak ada denda yang dibayarkan, melainkan mengganti puasa yang disertai dengan taubat.
  • Qadha Puasa Ramadhan bisa digabung dengan puasa sunnah, namun niat yang dibaca harus qadha Puasa Ramadhan, sehingga utang puasa lunas, tapi tetap dapat pahala puasa sunnah di hari itu.

Fatwa tentang Qadha Puasa

Dalam fatwa Nur ’ala ad-Darbi, disebutkan bahwa jika seseorang ingin berpuasa wajib (qadha) yang bertepatan dengan puasa sunnah, seperti puasa 10 hari pertama dzulhijjah, puasa arafah, atau puasa asyura, maka ia berharap mendapatkan pahala puasa wajib dan puasa sunnah. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, puasa arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Lajnah Daimah (Lembaga Fatwa Arab Saudi) juga memberikan fatwa serupa, menyatakan bahwa boleh puasa hari arafah sekaligus untuk puasa qadha jika niatnya ditujukan untuk qadha.

Pendakwah Ustaz Abdul Somad juga menyampaikan bahwa niat qadha Ramadhan saja cukup, tanpa perlu digabung dengan niat puasa lainnya. Ia menekankan bahwa bacaan niat puasa qadha saja sudah cukup, tanpa perlu menambahkan niat puasa lainnya.

Bacaan Niat Qadha Puasa

Berikut bacaan niat untuk qadha puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

Artinya: "Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardu Ramadan karena Allah Ta'ala."

Fidyah untuk Puasa

Beberapa orang yang boleh mengganti puasa dengan fidyah antara lain ibu hamil atau menyusui, lansia, orang meninggal, dan orang sakit parah yang jika berpuasa justru akan menambah sakitnya.

Firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 184 menjelaskan bahwa bagi yang tidak mampu berpuasa, maka wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Namun, jika seseorang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan