
Evaluasi Manajemen untuk Bursa Transfer
Mendekati bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Arema FC berpeluang akan kembali mendatangkan pemain baru. Performa Arema FC yang belum stabil hingga menjelang pertengahan musim ini, membuat manajemen melakukan evaluasi menyeluruh pada tim. Opsi untuk mendatangkan pemain baru pun muncul ke publik, setelah Paulinho Moccelin memutuskan mengakhiri kontraknya bersama Arema FC.
Praktis, Singo Edan kehilangan daya gedor mereka di lini depan usai kehilangan pemain asal Brasil tersebut. Desakan dari Aremania juga muncul di jagat maya agar manajemen mau mendatangkan pemain baru pada bursa transfer paruh musim ini. Sejumlah nama-nama pemain pun dikabarkan sedang dekat ke tim berjuluk Singo Edan ini. Meskipun itu hanya rumor, namun manajemen Arema FC masih mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain baru lagi.
"Nanti kalau nggak salah open window-nya di bulan Januari 2026. Ya kemungkinan ada, kemungkinan tidak ada, tapi yang jelas sih ada ya (pemain baru)," kata General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi kepada aiotrade. Pria yang akrab disapa Inal itu mengatakan, evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh manajemen kepada tim Arema FC pada musim ini. Bahkan, evaluasi itu telah dilakukan sejak Oktober 2025 kemarin, di tengah performa Arema FC yang masih belum stabil.
Empat kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan telak Arema FC pada putaran pertama Super League 2025/2026. Namun, Arema FC justru cukup kuat di kandang lawan, hingga belum meraih kekalahan hingga pekan 13 ini. Statistik tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi, guna menyiapkan tim untuk menyambut putaran kedua nanti.
"Mulai akhir Oktober kemarin kami telah melakukan evaluasi." terang Inal. Beberapa evaluasi tersebut meliputi semua hal. "Semuanya sudah kita evaluasi dari fisik, dari skill individu, terus kolektivitas tim, personalnya seperti apa, baik itu pemain, pelatih itu sudah kita evaluasi semua," jelas Inal.
Pemain Pinjaman Moncer
Di sisi lain, beberapa pemain Arema FC yang dipinjamkan ke klub lain tampil cukup moncer. Sebut saja Thales Lira, yang dalam beberapa pertandingan terakhir ini mendapatkan sanjungan karena bermain apik di lini pertahanan Persija Jakarta. Lalu ada Hamzah Tito yang tampil apik bersama Deltras Sidoarjo di Liga 2. Pemain yang berposisi sebagai winger itu beberapa kali mendapatkan sorotan di media sosial, karena penampilannya bersama The Lobster.
Ada juga legiun asing Arema FC, Pablo Oliveira yang dikabarkan akan kembali ke Indonesia. Pablo dikabarkan merumput bersama Arema FC, seiring dengan masa pemulihan yang telah ia jalani di negara asalnya Brasil. Pemain berusia 30 tahun itu mengalami cedera parah pada musim lalu, sehingga harus mengakhiri kompetisi lebih cepat. Pablo memilih pulang ke Brasil untuk mempercepat penyembuhan cedera lutut yang dialaminya.
Masalah Wiliam Marcilio di Arema FC Terulang pada Persib Bandung
Gelandang asing Persib Bandung, Wiliam Marcilio, kembali menjadi sorotan setelah pelatih Bojan Hodak secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap komitmen dan performanya. Hodak bahkan mengambil tindakan tegas dengan memulangkan Marcilio dari skuad ketika mereka akan bertandang ke markas Madura United. Perangai buruk Wiliam ini seolah menjadi pengulangan masalah indisipliner yang pernah ia ciptakan saat membela Arema FC musim lalu, di mana ia dilaporkan oleh internal tim sebagai pemain dengan bad attitude yang kerap melawan pelatih.
Belum jelas secara detail penyebab Bojan Hodak marah kepada Wiliam Marcilio, namun tampaknya pemain asal Brasil itu akan jadi pemain yang dicoret pada Super League 2025-2026 paruh musim ini. Dalam laga lawan klub Singapura, Lion City Sailors, terekam Wiliam Marcilio melepaskan umpan pada menit akhir dan gagal dimanfaatkan para pemain Persib. Kala itu, terlihat Bojan Hodak, Thom Haye dan Eliano Reijnders merasa kesal atas keputusan tersebut.
"William, saya pulangkan ke Bandung," ujar Bojan Hodak pada Sabtu (29/11/2025). "Karena saya tidak senang dengan komitmen dan performanya," tambahnya. Alhasil, Wiliam Marcilio tidak dibawa saat Persib Bandung melawat ke kandang Madura United, Minggu (30/11/2025).
Sementara itu, Wiliam Marcilio juga mengunggah pesan di instastory setelah Bojan Hodak mengeluhkan attitude-nya. "Saya sudah melihat banyak hal," kata Wiliam. "Tapi saya belum pernah melihat seorang pemain yang hanya bermain 6 menit disalahkan atas kekalahan dalam pertandingan 96 menit" imbuhnya. "Ini adalah ketidakadilan yang luar biasa," tambahnya. Namun berdasarkan pengamatan unggahan tersebut sudah dihapus oleh sang pemain.
Kontroversi di Arema FC Ulah Wiliam Marcilio mengingatkan kembali pada klub Arema FC yang ia bela sebelumnya pada musim 2024-2025. Saat itu, Wiliam Marcilio memang bertahan satu musim bersama Singo Edan dan tampil cukup baik karena mencatatkan 5 gol 6 assist di 19 laga. Akan tetapi sejak Februari 2025, Wiliam terus diparkir oleh Arema FC dan tak pernah mendapat menit bermain. Wiliam dilaporkan melakukan tindakan indisipliner sehingga tidak menjadi pilihan utama sang pelatih Arema FC saat itu, Ze Gomes.
"Wiliam bad atittude, melawan pelatih dan merasa dirinya bintang," tulis Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifki di Instagram pribadinya pada Senin (24/2/2025). "Juga memprovokasi pemain lain melawan pelatih, dan adu domba antara Lokolingoy dan Dalberto," tambahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar