
Besty Dimsum, Kuliner Khas Bandung yang Menarik Perhatian Gen Z
Besty Dimsum kini menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pencinta kuliner di Kota Bandung. Produk yang ditawarkan memiliki cita rasa yang berbeda dari yang lain, sehingga menarik perhatian banyak orang. Sebagai salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Besty Dimsum mencoba memberikan pengalaman makan yang unik dan menggugah selera.
Berlokasi di Nakara Foodcourt Jalan Sukajadi Nomor 140, Besty Dimsum mengusung konsep home made food dengan harga terjangkau. Lokasi strategisnya, dekat kawasan PVJ Mall dan pusat bisnis lainnya, menjadikannya pilihan utama bagi para karyawan dan masyarakat sekitar.
"UMKM kita ada di bidang food and beverage yang saat ini produknya lebih konsentrasi pada dimsum dan steik," ujar Lutfi Ashari Muhammad, karyawan Besty Dimsum, saat ditemui di lokasi.
Rasa yang Berbeda dan Harga Terjangkau
Olahan dimsum yang diproduksi secara home made memiliki kualitas rasa dan tekstur yang menjadi keunggulan dari kuliner ini. Menu dimsum dibalut dengan topping mayo mentai, chilli oil home made, serta tambahan nori. Sedangkan untuk menu steik, olahan ayam dipadukan dengan sayuran dan marinasi sendiri, sehingga memberikan cita rasa yang khas.
"Keunggulannya yang pasti rasa lebih beda karena ini home made, diproduksi kita sendiri. Dimsum kita tekstur dagingnya kenyal, itu ciri khasnya, dan itulah yang bikin orang tertarik karena menyatu dengan dagingnya," katanya.
Meski memiliki citra rasa yang khas, harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Dimsum dijual dengan harga Rp 20 ribu dan steik Rp 23 ribu per porsi. Dengan harga semurah itu, penjualan pun terus meningkat, terutama saat akhir pekan.
"Di kita yang best seller dimsum. Untuk operasional dari jam 09.00 pagi sampai jam 10.00 malam," ucap Lutfi.
Tren Gen Z dan Pengembangan Usaha
Besty Dimsum semakin berkembang dan diminati oleh kalangan Gen Z. Banyak pelanggan yang datang setiap hari, terutama mahasiswa dan kalangan muda yang sangat menyukai kuliner tersebut.
"Rata-rata pelanggannya kalangan mahasiswa, ada gen Z dan alfa. Kalau dihitung pas weekend ada peningkatan 10 persen dari hari biasa karena ada pengunjung dari PVJ. Weekday juga kebanyakan karyawan di PVJ mereka mencari camilan," ujarnya.
Saat ini, Besty Dimsum sudah memiliki dua cabang. Satu cabang lagi berada di Jalan Citarum Nomor 30. Selain produk dimsum, mereka juga memproduksi frozen food yang siap saji.
Kendala dan Dukungan dari Indosat
Meskipun berkembang, Besty Dimsum masih menghadapi sejumlah kendala, seperti ketergantungan bahan baku pada suplier dan pemasaran digital yang belum maksimal. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan usaha.
"Kalau keberhasilan produk Besty ini tentu sudah dikenal pelanggan dikarenakan kami juga mengikuti bazar di Kota Bandung, umumnya event pada kampus atau event tertentu," ucap Lutfi.
Beruntung, kendala tersebut bisa ditangani berkat dukungan dari Indosat. "Kebetulan kami ini sudah lama juga memakai produk M3 (Indosat) karena jaringan luas. Maka dari itu bisa memberikan kemudahan akses sosial media melalui internet yang sangat stabil," kata Lutfi.
Lutfi berharap Indosat dapat memberikan pelatihan dunia digital bagi UMKM dan menyertakan UMKM binaan Indosat untuk ikut serta dalam event atau bazar yang diselenggarakan oleh Indosat.
"Nah nantinya, kita akan terus mengolah dengan variasi menu baru biar enggak membosankan," katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar