BGN Bantu Pemulihan Psikologis Korban Kecelakaan Mobil MBG di SD Cilincing


JAKARTA, berita
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan memberikan bantuan psikologis kepada siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden mobil MBG yang menabrak siswa dan guru pada Kamis (11/12/2025) memicu tindakan cepat dari berbagai pihak terkait.

Kepala Regional BGN Jakarta, Bahrun, menyampaikan bahwa BGN bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan pendampingan psikologis. Ia menjelaskan bahwa langkah trauma healing akan dimulai pada Senin mendatang.

"Melalui koordinasi lintas sektor, langkah trauma healing dipastikan mulai dilakukan pada Senin mendatang," ujarnya dalam pernyataannya, Jumat (12/12/2025).

Tahap awal penanganan akan dimulai dengan edukasi untuk membantu siswa dan guru meluapkan perasaan serta mengelola emosi mereka. Setelah itu, dilakukan screening psikologis untuk mengetahui tingkat dampak trauma yang dialami oleh para korban.

Siswa maupun guru yang menunjukkan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual. Sekolah telah menyiapkan ruang khusus untuk proses tersebut.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menekankan bahwa intervensi psikologis tidak boleh ditunda hingga kondisi semakin memburuk. Ia mengatakan bahwa pengalaman dari insiden sebelumnya, seperti di SMA 72 Jakarta, menjadi pelajaran penting.

"Kami belajar dari berbagai kejadian sebelumnya, termasuk insiden di SMA 72 Jakarta. Penanganan cepat sangat menentukan agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan jangka panjang," jelas Nanik.

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) menyiapkan 18 konselor dan dua psikolog klinis, sementara Dinas Kesehatan mengerahkan enam psikolog klinis. Dari pihak kepolisian, sebanyak 10 personel tengah menunggu finalisasi tugas pengamanan dan dukungan lapangan.

Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah DKI Jakarta Raya (HIMPSI Jaya) juga akan mengirim relawan mahasiswa psikologi dan psikolog profesional untuk memperkuat tim pendamping.

Sebelumnya diberitakan, mobil pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) menabrak sejumlah siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan data yang dihimpun tim Palang Merah Indonesia (PMI) di RSUD Cilincing, total ada 20 korban dalam insiden ini.

Sebanyak 15 korban yang merupakan siswa SDN Kalibaru 01 mengalami luka ringan dan dirawat di RSUD Cilincing. Sementara itu, empat siswa dan satu guru yang mengalami luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Koja untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.

Tindakan Lanjutan

Beberapa langkah penting sedang diambil untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi para korban. Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan:

  • Edukasi Emosi: Siswa dan guru diberikan edukasi untuk membantu mereka meluapkan perasaan dan mengelola emosi secara sehat.
  • Screening Psikologis: Dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat dampak trauma yang dialami oleh para korban.
  • Konseling Individual: Siswa atau guru dengan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual.
  • Pengadaan Ruang Khusus: Sekolah telah menyiapkan ruang khusus untuk proses konseling dan pemulihan.
  • Tim Ahli Profesional: Berbagai pihak seperti Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, dan HIMPSI Jaya turut berkontribusi dalam penyediaan tenaga ahli.

Kolaborasi Lintas Sektor

Penanganan insiden ini melibatkan banyak pihak. Berikut adalah beberapa instansi yang terlibat:

  • Badan Gizi Nasional (BGN): Memberikan pendampingan psikologis dan koordinasi lintas sektor.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Mendukung dan memfasilitasi proses pemulihan.
  • Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP): Menyediakan konselor dan psikolog klinis.
  • Dinas Kesehatan: Mengerahkan psikolog klinis untuk bantuan pemulihan.
  • Kepolisian: Menyediakan personel untuk pengamanan dan dukungan lapangan.
  • HIMPSI Jaya: Mengirim relawan mahasiswa dan psikolog profesional.

Peran Komunitas

Selain pihak resmi, komunitas dan organisasi juga turut berpartisipasi dalam upaya pemulihan. Relawan dari HIMPSI Jaya siap memberikan dukungan tambahan untuk memperkuat tim pendamping.

Kesimpulan

Insiden mobil MBG yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 memicu respons cepat dari berbagai pihak. Dengan kolaborasi lintas sektor, upaya pemulihan psikologis dilakukan secara terstruktur dan profesional. Tujuannya adalah memastikan para korban dapat pulih secara maksimal dan kembali beraktivitas normal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan