
Peran Bank Indonesia dalam Mengatasi Kasus Peretasan Dana
Bank Indonesia (BI) telah memberikan pernyataan resmi terkait munculnya kasus peretasan dana yang mencapai Rp 200 miliar di beberapa bank. Diduga, peretasan ini dilakukan melalui layanan BI-Fast, sebuah sistem pembayaran yang dikelola oleh Bank Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan penanganan kasus kejahatan siber tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbankan yang terlibat dalam kasus ini diminta untuk meningkatkan prosedur pengamanan transaksi agar lebih ketat dan efektif.
“Perbankan yang terkait dalam kasus ini, telah diminta untuk melakukan penguatan prosedur pengamanan transaksi,” ujar Ramdan dalam pernyataannya, Selasa (9/12/2025).
Upaya Memperkuat Keamanan Sistem Pembayaran
Ramdan menegaskan bahwa BI dan industri sistem pembayaran nasional terus berupaya memperkuat keamanan serta keandalan sistem pembayaran nasional. Hal ini juga bertujuan untuk mendukung transformasi digital di sektor keuangan.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Peningkatan tata kelola teknologi informasi
- Peningkatan keandalan teknologi
- Pelaksanaan asesmen keamanan
- Implementasi sistem deteksi fraud
- Kesiapan respons dalam menghadapi insiden keamanan
- Mekanisme audit yang lebih ketat
- Peningkatan perlindungan konsumen
Keamanan Layanan BI-Fast
Layanan BI-Fast dikembangkan dan dioperasikan sesuai dengan standar operasional dan keamanan yang berlaku. Pengiriman instruksi transaksi dari bank ke BI telah dilengkapi dengan pengamanan yang memadai melalui jaringan komunikasi yang aman.
Namun, Ramdan juga mengingatkan peserta BI-Fast untuk memperhatikan pengamanan yang dilakukan di sisi internal, termasuk dalam penggunaan penyelenggara penunjang. Sesuai dengan prinsip keamanan teknologi informasi, ketahanan suatu sistem dilihat dari titik terlemah dari komponen-komponen yang membentuk sistem tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat
Dengan pemenuhan standar internasional dalam layanan BI-Fast, Ramdan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dan dapat terus bertransaksi menggunakan BI Fast. Layanan ini disebut sebagai instrumen pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk selalu memeriksa kembali data transaksi, menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, serta memanfaatkan fitur notifikasi untuk memantau aktivitas rekening secara berkala.
Kesimpulan
Kasus peretasan dana yang terjadi di beberapa bank menunjukkan pentingnya peningkatan keamanan sistem pembayaran. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat sistem keuangan nasional dan melindungi kepentingan masyarakat. Dengan adanya inovasi dan penguatan keamanan, masyarakat dapat tetap percaya dan menggunakan layanan digital seperti BI-Fast dengan aman dan nyaman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar