BI pertahankan stabilitas eksternal di tengah perubahan pasar awal tahun

Kepastian Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Pasar Global

Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional, terlebih di tengah perubahan yang terjadi di pasar keuangan global pada awal tahun 2026. Hal ini terlihat dari langkah-langkah koordinasi kebijakan serta pemantauan terhadap indikator stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Bank Indonesia mencatat bahwa rupiah ditutup pada level bid sebesar Rp 16.670 per dollar AS pada akhir perdagangan Rabu (31/12/2025). Pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1/2026), rupiah dibuka di level bid sebesar Rp 16.680 per dollar AS.

Di pasar keuangan domestik, yield SBN tenor 10 tahun mengalami penurunan menjadi 6,05 persen pada akhir tahun 2025. Pada awal tahun 2026, yield tersebut relatif stabil di level 6,04 persen. Selain itu, indikator risiko Indonesia juga menunjukkan perbaikan, dengan turunnya premi CDS tenor lima tahun menjadi 67,78 basis poin per 1 Januari 2026.

Arus Modal dan Pergerakan Pasar

Dari sisi arus modal, Bank Indonesia mencatat bahwa nonresiden melakukan beli neto sebesar Rp 2,43 triliun pada periode 29–31 Desember 2025. Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 hingga 31 Desember 2025, nonresiden masih mencatatkan jual neto di pasar saham dan SRBI, dengan beli neto terbatas di pasar SBN.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa bank sentral akan terus memperkuat bauran kebijakan. Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia akan berupaya maksimal untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

  • "Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," ujarnya di Jakarta, dikutip Sabtu (3/1/2026).

Strategi yang Terus Diadaptasi

Langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia mencerminkan pendekatan proaktif dalam menghadapi tantangan pasar global. Dengan memperkuat koordinasi antara bank sentral dan pemerintah, serta terus mengoptimalkan kebijakan yang ada, Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Strategi bauran kebijakan ini melibatkan berbagai aspek seperti pengendalian inflasi, manajemen cadangan devisa, dan pengawasan terhadap arus modal. Dengan pendekatan yang lebih terkoordinasi, Bank Indonesia berharap mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meningkatkan kepercayaan investor baik lokal maupun internasional.

Masa Depan Ekonomi Nasional

Pemantauan terhadap indikator-indikator ekonomi seperti yield SBN, premi CDS, dan arus modal merupakan bagian penting dalam upaya menjaga ketahanan eksternal. Dengan data-data tersebut, Bank Indonesia dapat membuat keputusan yang tepat dan responsif terhadap dinamika pasar.

Selain itu, keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi juga bergantung pada kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku pasar. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat terus berkembang dan tetap stabil di tengah perubahan global.

Kesimpulan

Bank Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah kondisi pasar keuangan global yang terus berubah. Melalui berbagai langkah seperti koordinasi kebijakan, pemantauan indikator ekonomi, dan optimasi bauran kebijakan, bank sentral berupaya memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap kuat dan stabil.

Dengan pendekatan yang terarah dan kolaborasi yang solid, Indonesia siap menghadapi tantangan masa depan dan terus berkembang dalam skala global.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan