Biaya Banjir: Kerugian Sumatera Capai Rp6,28 Triliun!

Dampak Ekonomi Bencana Banjir di Sumatera dan Aceh

Bencana banjir yang terjadi di Pulau Sumatera dan Aceh tidak hanya menelan ratusan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerugian material yang sangat besar. Direktur Eksekutif Center of Economic Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memproyeksikan total kerugian bencana banjir di Pulau Sumatera mencapai Rp 6,28 triliun. Sementara itu, kerugian nasional akibat bencana ini diperkirakan mencapai hingga Rp 68,67 triliun.

Bhima menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup berbagai aspek seperti kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan keluarga, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, serta kehilangan produksi lahan pertanian yang tergenang banjir atau mengalami longsor.

Kerugian Berdasarkan Provinsi

Secara spesifik, Provinsi Aceh diproyeksi mengalami kerugian sebesar Rp 2,04 triliun. Sedangkan Sumatera Utara diperkirakan kehilangan Rp 2,07 triliun dan Sumatera Barat Rp 2,01 triliun. Total kerugian untuk tiga provinsi tersebut mencapai Rp 6,28 triliun.

Perhitungan kerugian ekonomi banjir di Sumatera dilakukan melalui analisis Dampak Kerugian Ekonomi Bencana Banjir Sumatera CELIOS menggunakan data per 30 November 2025. Perhitungan ini didasarkan pada lima asumsi kerugian:

  • Kerugian dari segi perumahan terdampak yang diperkirakan mencapai Rp 30 juta per rumah.
  • Kerugian jembatan dengan biaya pembangunan kembali jembatan senilai Rp 1 miliar per jembatan.
  • Kerugian pada pendapatan keluarga sesuai dengan pendapatan rata-rata harian masing-masing provinsi dikali dengan 20 hari kerja.
  • Kerugian lahan sawah dan kehilangan mencapai Rp 6.500 per kilogram (kg) dengan asumsi per hektar (Ha) menghasilkan 7 ton.
  • Kerugian dihitung untuk perbaikan jalan per 1.000 meter yang mencapai Rp 100 juta.

Asumsi perhitungan ini menunjukkan bahwa bencana ekologis yang dipicu oleh alih fungsi lahan karena deforestasi sawit dan pertambangan sangat merugikan bagi negara.

Kontribusi Tambang dan Sawit Terhadap Aceh

Bhima merinci bahwa Aceh merugi hingga Rp 2,04 triliun akibat banjir, lebih besar dibanding PNBP tambang Aceh senilai Rp 929 miliar per 31 Agustus 2025. Di sisi lain, dana sumbangan Dana bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit Provinsi Aceh adalah Rp 12 miliar pada 2025, sedangkan minerba Rp 56,3 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dibanding kerugian Rp 2,04 triliun akibat banjir.

Oleh sebab itu, CELIOS mendesak moratorium segera izin tambang dan perluasan kebun sawit. "Sudah waktunya beralih ke ekonomi yang lebih berkelanjutan, ekonomi restoratif. Tanpa perubahan struktur ekonomi, bencana ekologis akan berulang dengan kerugian ekonomi yang jauh lebih besar," tegas Bhima.

Dampak Nasional dari Bencana Banjir

Ketika suatu daerah terkena bencana hingga memutus transportasi, dampak yang dirasakan bukan hanya di wilayah tersebut, tetapi juga secara nasional. Hal ini karena provinsi lainnya ikut merasakan kerugian khususnya pada arus barang konsumsi maupun kebutuhan industri yang ikut melemah.

Kondisi yang sama terjadi pada banjir Sumatera karena Sumatera Utara adalah salah satu simpul industri nasional di Sumatera.

Daftar Kerugian Ekonomi Berdasarkan Provinsi

Berikut ini perincian dampak ekonomi per provinsi akibat bencana yang terjadi di setiap provinsi selama 2025 menurut data CELIOS:

  • Aceh: Rp 2,04 triliun
  • Sumatera Utara: Rp 2,07 triliun
  • Sumatera Barat: Rp 2,01 triliun
  • Riau: Rp 2,06 triliun
  • Jambi: Rp 2,08 triliun
  • Sumatera Selatan: Rp 1,99 triliun
  • Bengkulu: Rp 2,08 triliun
  • Lampung: Rp 2,07 triliun
  • Kepulauan Bangka Belitung: Rp 2,01 triliun
  • Kepulauan Riau: Rp 2,07 triliun
  • DKI Jakarta: Rp 1,88 triliun
  • Jawa Barat: Rp 2,07 triliun
  • Jawa Tengah: Rp 2,06 triliun
  • DI Yogyakarta: Rp 2 triliun
  • Jawa Timur: Rp 2,07 triliun
  • Banten: Rp 2,08 triliun
  • Bali: Rp 1,95 triliun
  • Nusa Tenggara Barat: Rp 1,98 triliun
  • Nusa Tenggara Timur: Rp 1,99 triliun
  • Kalimantan Barat: Rp 2 triliun
  • Kalimantan Tengah: Rp 2,04 triliun
  • Kalimantan Selatan: Rp 2,01 triliun
  • Kalimantan Timur: Rp 2,05 triliun
  • Kalimantan Utara: Rp 2,01 triliun
  • Sulawesi Utara: Rp 2,06 triliun
  • Sulawesi Tengah: Rp 2,07 triliun
  • Sulawesi Selatan: Rp 2,04 triliun
  • Sulawesi Tenggara: Rp 1,98 triliun
  • Gorontalo: Rp 1,98 triliun
  • Sulawesi Barat: Rp 1,94 triliun
  • Maluku: Rp 2,02 triliun
  • Maluku Utara: Rp 2,08 triliun
  • Papua Barat: Rp 2,03 triliun
  • Papua: Rp 1,95 triliun.

Dampak Perekonomian Nasional

Dengan perkiraan kerugian ekonomi di atas, maka total dampak penurunan produk domestik bruto secara nasional akibat bencana mencapai Rp 68,67 triliun, atau setara dengan 0,29 persen.

Data yang dipaparkan CELIOS menunjukkan bahwa dampak banjir di Sumatera jauh melampaui kerusakan fisik dan sudah masuk kategori ancaman ekonomi nasional. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp 62,8 triliun menunjukkan bahwa bencana ekologis akibat tata kelola lahan dan izin industri ekstraktif yang tidak terkontrol memiliki biaya sosial-ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan kontribusi sektor sawit dan tambang yang selama ini dianggap penyokong ekonomi daerah. Temuan ini mempertegas urgensi evaluasi kebijakan tata ruang, moratorium izin baru, hingga transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan