BIPA, Buku Dwibahasa, dan Anugerah Sastra Capai Standar Internasional

BIPA, Buku Dwibahasa, dan Anugerah Sastra Capai Standar Internasional

Capaian Signifikan BBPR dalam Pelestarian Bahasa dan Penguatan Budaya

Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) mencatatkan berbagai capaian penting sepanjang tahun 2025, terutama dalam upaya melestarikan bahasa daerah sekaligus menginternasionalisasikan bahasa Indonesia. Berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan komitmen BBPR dalam menjaga keberagaman bahasa serta memperkuat identitas budaya masyarakat Riau.

Pelindungan Bahasa Daerah dan Revitalisasi Melayu Riau

Salah satu fokus utama BBPR adalah pelindungan bahasa daerah, khususnya Bahasa Melayu Riau. Dalam rangka revitalisasi, Tim Kerja Molin Bastra telah melatih 234 guru utama dari beberapa kabupaten seperti Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu. Para guru ini kemudian mengimbaskan pembelajaran di sekolah masing-masing melalui kegiatan bersastra yang berfokus pada penggunaan Bahasa Melayu Riau.

Selain itu, BBPR juga menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang diikuti oleh 112 siswa dan 8 guru pendamping. Festival ini menampilkan tujuh mata lomba, mulai dari komedi tunggal hingga tembang tradisi, dengan menggunakan bahasa daerah sebagai media utamanya. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bahasa ibu mereka.

Perkamusan dan Pengembangan Kosakata

Di bidang perkamusan, Tim Perkamusan dan Peristilahan BBPR berhasil menghimpun 627 kosakata baru, melebihi target tahunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 480 kosakata telah lolos Sidang Komisi Bahasa Daerah dan berpotensi masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selain itu, tim juga menerbitkan "Senarai Kosakata Bahasa Melayu Riau" serta menyusun draf Kamus Dwibahasa IndonesiaMelayu Pelalawan. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia dan Melayu Riau.

Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Internasionalisasi bahasa Indonesia juga menjadi salah satu fokus utama BBPR. Program Bimtek penyusunan bahan ajar BIPA berbasis budaya Melayu Riau serta Bimtek peningkatan kompetensi pengajar BIPA berbasis SKKNI dihadiri oleh para pengajar dari berbagai kampus, komunitas, dan sekolah. Selain itu, program Kumpul Komunitas BIPA mengundang pemelajar dari berbagai negara seperti Jerman, India, Brasil, Afrika Selatan, Nigeria, Yaman, Malaysia, Thailand, dan Timor Leste. Peserta mengikuti berbagai lomba berbahasa Indonesia yang menggabungkan kreativitas dan pemahaman budaya Nusantara.

Penerjemahan Buku Anak Dwibahasa

BBPR juga mencatatkan pencapaian besar dalam penerjemahan buku anak dwibahasa. Dari target 40 produk, tim penerjemahan berhasil menghasilkan 48 buku dari Pekanbaru, Pelalawan, dan Dumai. Produk ini tidak hanya memperkaya literasi anak-anak, tetapi juga membuka ruang untuk pemahaman budaya yang lebih luas ke tingkat global.

Penutup Tahun 2025 dengan Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra

Penutup tahun 2025 diwarnai dengan Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra (GBBS) yang menghadirkan lebih dari 400 peserta dalam sepekan. BBPR juga memberikan Anugerah Mahkota Kalam Melayu Riau kepada tokoh dan komunitas yang berjasa dalam melestarikan bahasa dan sastra. Penghargaan ini mempertegas peran BBPR sebagai garda depan dalam perlindungan bahasa dan sastra di Provinsi Riau.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan