Bisakah Bermain Padel dengan Mata Tertutup? Ini Bahayanya!

Fenomena Unik dalam Permainan Padel

Pertanyaan apakah seseorang bisa bermain padel dengan mata tertutup terdengar seperti guyonan, namun fenomena ini ternyata benar-benar terjadi di dunia padel profesional. Dua pemain top Prancis, Maxime Moreau dan Laurent Boulade, dilaporkan mampu melakukan pukulan dengan mata tertutup saat bola menyentuh raket.

Keunikan gaya bermain ini memancing perhatian publik karena dianggap menambah tingkat kesulitan dalam permainan yang sudah bergerak cepat. Bagi sebagian orang, aksi ini terlihat seperti bentuk kepercayaan diri ekstrem atau eksperimen teknik. Namun kenyataannya, main padel seperti ini sangat berisiko bagi pemain umum.

Apa yang Terjadi Saat Bermain dengan Mata Tertutup?

Fenomena main padel dengan mata tertutup memang terjadi pada dua pemain papan atas Prancis, Maxime Moreau dan Laurent Boulade. Keduanya dikenal dapat menutup mata tepat saat bola menyentuh raket dalam beberapa momen permainan. Aksi ini membuat keduanya terlihat seolah memberikan handicap kepada diri sendiri untuk menyeimbangkan pertandingan.

Meski terdengar seperti lelucon, fenomena ini justru menunjukkan betapa tingginya tingkat intuisi dan kepekaan mereka terhadap ritme serta arah permainan. Dalam permainan padel, menutup mata jelas bukan teknik umum. Mayoritas pemain harus membuka mata lebar-lebar untuk menghindari pukulan yang tidak tepat sasaran.

Semakin cepat ritme permainan, semakin penting akurasi dalam setiap pukulan. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa beberapa raket padel memiliki sweet spot kecil, sehingga sedikit pergeseran bisa membuat bola melenceng. Maka dari itu, apa yang dilakukan dua pemain Prancis tersebut dianggap sebagai pengecualian, bukan sesuatu yang layak ditiru.

Risiko Bermain dengan Mata Tertutup

Di balik keunikannya, main padel dengan mata tertutup membawa risiko tinggi dan tidak dianjurkan bagi pemain umum. Padel adalah olahraga cepat dengan jarak antar pemain yang cukup dekat sehingga potensi benturan lebih besar. Bola padel memiliki kecepatan tinggi, dan pukulan yang tidak terkontrol dapat berakhir mengenai wajah atau mata.

Dalam beberapa kasus, kecelakaan ini menyebabkan cedera serius seperti pendarahan di mata, pembuluh darah pecah, hingga kasus yang jarang tetapi pernah terjadi: ablasi retina yang membutuhkan operasi. Federico Chingotto, pemain profesional terkenal, menjadi salah satu atlet yang pernah mengalami insiden terkait bola padel yang mengenai wajah.

Meski sebagian besar insiden tidak fatal, tetap saja risiko kesehatan mata tidak bisa dianggap remeh. Itulah sebabnya para ahli menekankan pentingnya menjaga fokus dan selalu waspada saat bermain.

Perlukah Melindungi Mata Saat Bermain Padel?

Selain fenomena unik tadi, pertanyaan lain muncul adalah apakah mata perlu dilindungi ketika bermain padel? Dengan banyaknya cedera ringan hingga sedang yang terjadi akibat bola, banyak pemain kini mempertimbangkan penggunaan kacamata pelindung. Mengutip Padel Magazine, Senin (1/12/2025), olahraga seperti squash dan pelota Basque sudah lama menerapkan penggunaan kacamata keselamatan sebagai standar perlindungan.

Produk pelindung mata pun tersedia dalam berbagai model, meskipun belum sepenuhnya populer di kalangan pemain padel karena sebagian merasa kurang nyaman. Menariknya, beberapa liga padel di Spanyol telah mewajibkan penggunaan kacamata pelindung bagi pemain muda. Regulasi ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah cedera mata sejak dini.

Lantas, apakah olahraga padel di negara lain juga perlu meniru kebijakan tersebut? Sebagian pakar berpendapat bahwa setidaknya regulasi awal harus diberlakukan untuk kelompok usia pemula atau remaja yang risikonya lebih tinggi.

Kesimpulan

Melihat fakta di lapangan, memang ada pemain profesional yang bisa main padel dengan mata tertutup, namun kemampuan tersebut bukan standar permainan dan tidak aman untuk ditiru. Keterampilan ini lahir dari pengalaman panjang, intuisi kuat, serta jam terbang tinggi dalam permainan cepat.

Untuk pemain umum, membuka mata sepenuhnya adalah kunci keselamatan dan akurasi. Selain itu, pertimbangan penggunaan pelindung mata menjadi hal penting demi mengurangi risiko cedera.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan