
Kembalinya The Grabber dalam Black Phone 2
Empat tahun setelah rilisnya film pertama, Black Phone kembali hadir dengan sekuel yang mempertahankan Ethan Hawke sebagai pemeran utama The Grabber. Meski jarak waktu antara kedua film cukup jauh, sekuel ini tetap mampu menciptakan suasana yang mencekam dan menegangkan.
Di film pertama, The Grabber tewas, namun di Black Phone 2, ia kembali muncul melalui cara yang tidak terduga, yaitu lewat hal-hal di luar kesadaran manusia. Film ini juga masih dibintangi oleh Mason Thames dan Madeleine McGraw, yang kembali membawa penonton kembali merasakan teror dari sang "Iblis" telepon hitam.
Sinopsis dan Review
Pada tahun 1982, empat tahun setelah kejadian The Grabber, Gwen (Madeleine McGraw) dan Finn (Mason Thames) kembali menjalani kehidupan mereka sebagai siswa sekolah. Meskipun mereka masih menghadapi bullying akibat peristiwa sebelumnya, keduanya berusaha untuk tetap kuat. Namun, segalanya berubah ketika Gwen mengalami situasi aneh.
Saat tidur, Gwen merasa kembali didatangi oleh The Grabber dan mengalami sleep walking. Finn, yang berusaha melupakan The Grabber, mencoba menenangkan Gwen. Namun, Gwen terus mengalami hal tersebut. Suatu hari, sebuah telepon hitam kembali berdering, dan Gwen mengangkatnya. Ternyata, panggilan itu berasal dari ibunya saat masih muda. Suara dan telepon itu kemudian membawa Gwen dan Finn ke lokasi bernama Alpine Lake.
Di sana, teror demi teror kembali muncul. The Grabber muncul melalui mimpi Gwen dan bahkan ketika dirinya terbangun, ia masih mengalami hal yang sama. Finn juga kembali diteror melalui telepon hitam. Di Alpine Lake, semua rahasia The Grabber terbongkar, termasuk nama aslinya dan penyebab kematian ibu Gwen dan Finn. Ternyata, The Grabber adalah pelaku pembunuhan tersebut. Selain itu, dia juga bertanggung jawab atas kematian tiga anak laki-laki yang dikuburkan di danau beku.
Dengan bantuan Armando dan penduduk sekitar, Gwen dan Finn merancang strategi untuk melawan The Grabber. Saat momen tersebut tiba, terjadi pertarungan sengit antara Gwen dan The Grabber melalui mimpi. Tiga korban The Grabber juga ikut membantu melawan. Pada akhirnya, The Grabber berhasil dikalahkan dengan cara yang sadis dan dimasukkan ke dalam danau beku bersama tiga korban lainnya. Teror The Grabber dan telepon hitam pun berakhir, dan kehidupan Gwen serta Finn kembali normal.
Perbedaan dengan Film Pertama
Berbeda dengan film pertama yang menampilkan banyak adegan penculikan melalui mobil, Black Phone 2 lebih fokus pada teror alam bawah sadar. Meski tidak sepopuler film pertama, unsur horornya tetap ada dan terasa mencekam serta merinding. Jumpscare yang disajikan tidak terlalu berlebihan dan porsinya sangat pas. Konflik dalam film ini lebih banyak berkaitan dengan keluarga dan disajikan secara kompleks.
Ethan Hawke kembali menunjukkan kemampuannya dalam memerankan The Grabber. Adegan gore dalam film ini sangat sadis dan menyentuh. Jika dibandingkan dengan film pertama, mungkin masih kurang detail, terutama dalam menjelaskan bagaimana The Grabber bisa hidup kembali dan cerita tentang masa muda ibu Gwen yang kurang digali lebih dalam. Namun, dari segi cerita, Black Phone 2 tetap bagus dan seru.
Itulah review tentang film Black Phone 2. Semoga bermanfaat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar