Blak-blakan! Luka Modric Bocorkan Pelatih Real Madrid yang Buat Ronaldo Menangis di Ruang Ganti


Luka Modric, mantan gelandang Real Madrid, mengungkapkan bahwa ada satu pelatih yang mampu membuat Cristiano Ronaldo menangis di kamar ganti. Kedua pemain ini pernah bekerja sama saat masih berseragam Los Blancos.

Modric bergabung dengan Ronaldo di Real Madrid sejak musim 2012-2013 hingga 2017-2018. Selama periode tersebut, mereka tampil bersama dalam 222 pertandingan. Kombinasi antara Modric dan Ronaldo berhasil membawa kesuksesan bagi klub, termasuk meraih empat gelar Liga Champions dan dua gelar Liga Spanyol. Mereka juga memperoleh berbagai trofi lain seperti tiga kali juara Piala Super UEFA, tiga Piala Interkontinental, satu Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol.

Selama masa kebersamaan mereka di ibu kota Spanyol, terdapat banyak cerita menarik yang jarang diketahui publik. Salah satunya adalah kisah bagaimana Ronaldo pernah menangis di kamar ganti akibat kritikan dari salah satu pelatih Real Madrid.

Menurut Modric, sosok pelatih yang bisa membuat Ronaldo menangis adalah Jose Mourinho. Kejadian ini terjadi pada musim 2012-2013 ketika Modric baru saja bergabung dengan klub. Saat itu, Mourinho mengkritik Ronaldo karena tidak mengejar bek sayap lawan.

“Saya melihat dia (Mourinho) membuat Ronaldo menangis di kamar ganti,” ujar Modric, yang kini bermain untuk AC Milan. “Pemain yang memberikan segalanya di lapangan (menangis) karena ia pernah sekali tak mengejar bek sayap lawan.”

Tidak ada alasan yang tidak masuk akal mengapa Ronaldo sampai menangis. Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tegas dan blak-blakan kepada para pemainnya. Modric mengakui bahwa Mourinho jujur terhadap performa pemain, baik itu pemain besar maupun yang baru bergabung.

“Mourinho sangat lugas dengan para pemain, tetapi dia jujur,” tambah Modric. “Dia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama. Jika dia harus memberi tahu Anda sesuatu, dia akan memberi tahu Anda.”

Modric juga menyatakan rasa kagumnya terhadap Mourinho. Ia sedikit menyesal hanya menghabiskan waktu semusim bersamanya. Keagungan Mourinho tidak hanya terletak pada sifatnya, tetapi juga jasanya dalam membawanya ke Real Madrid.

Pada tahun 2012, Mourinho memboyong Modric dari Tottenham ke Santiago Bernabeu dengan biaya 35 juta euro atau setara Rp686 miliar. Kehadiran Modric membantu Real Madrid meraih kesuksesan besar dan mendominasi sepak bola Eropa selama beberapa tahun.


Dalam wawancaranya, Modric juga menyebutkan bahwa Mourinho memiliki pendekatan yang sama terhadap semua pemain, tanpa memandang status atau reputasi mereka. Hal ini mencerminkan sikap profesional dan adil dari pelatih yang dikenal sebagai "The Special One".

Kesempatan untuk bekerja sama dengan Mourinho hanya berlangsung selama satu musim, namun dampaknya sangat besar bagi karier Modric. Ia mengakui bahwa pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga dalam hidupnya sebagai atlet sepak bola.

Selain itu, Modric juga mengungkapkan bahwa hubungan antara dirinya dan Ronaldo tidak hanya terbatas pada kerja sama di lapangan, tetapi juga saling menghargai sebagai rekan sejawat. Meski keduanya kini telah berpisah, momen-momen indah yang tercipta selama di Real Madrid tetap menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan