Bluechip LQ45 Diperkirakan Naik Lagi pada 2026, Gantikan Tren Saham Second Line


nurulamin.pro, JAKARTA – Indeks LQ45 yang terdiri dari saham blue chips sepanjang tahun ini mengalami penurunan signifikan meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) tumbuh lebih dari 20% year to date. Perkembangan IHSG dalam satu tahun terakhir lebih didorong oleh saham-saham di lapis dua dan tiga. Namun, tren ini diperkirakan akan berubah pada tahun 2026.

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, lonjakan IHSG sepanjang tahun ini dipengaruhi oleh sejumlah emiten big caps yang memiliki free float kecil. Hal ini membuat mereka mudah dikendalikan oleh pemain besar. Sementara itu, saham-saham konstituen LQ45 masih tertahan oleh narasi old economy dan sentimen asing yang cenderung wait and see.

"Pada 2026 bisa jadi tahun pembalikan arah. Valuasi LQ45 saat ini sudah murah, sedangkan saham-saham lapis dua dan tiga telah mengalami bubble [naik terlalu pesat dan berpotensi koreksi]," ujarnya.

Proyeksi ini juga didukung oleh pelonggaran moneter suku bunga acuan Bank Indonesia maupun The Fed. Dalam situasi ini, investor asing diperkirakan akan masuk ke pasar modal melalui saham-saham LQ45 seperti sektor perbankan atau telekomunikasi karena membutuhkan likuiditas.

Dari sisi risiko pasar, jika bubble saham-saham tier dua dan tiga pecah, hal ini dapat menyebabkan panic selling yang menyeret sentimen pasar ke arah negatif.

Sementara itu, jika melihat apa yang dilakukan oleh regulator pada tahun ini, Wafi menilai upaya memperkuat pasar seperti kebijakan free float hingga demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa membantu mencegah praktik goreng saham.

"Sejauh ini, saham mudah digoreng karena free float kecil. Dengan free float besar, manipulasi menjadi mahal dan sulit dilakukan. Selain itu, demutualisasi juga membuat pengawasan lebih ketat. Jangka pendek mungkin pasar akan volatil, tetapi jangka panjang bisa menjadi fondasi agar IHSG dan pasar efisien serta investable di mata global," tambahnya.

Berdasarkan statistik BEI per penutupan pasar Senin (29/12/2025), IHSG mencatat pertumbuhan sebesar 22,10% year to date. Sementara itu, saham-saham blue chips seperti indeks LQ45 hanya meningkat 3,07%, dan IDX30 hanya naik 3,76% sejak awal tahun.

Pada saat yang sama, indeks SMC Composite melejit sebesar 55,42% YtD, sedangkan indeks SMC Liquid meningkat 17,84%. Ketimpangan serupa juga terlihat dari sisi papan pencatatan.

Main Board hanya naik 12,22% YtD, sedangkan Development Board dan Acceleration Board melonjak lebih dari 100%, masing-masing sebesar 112,24% YtD dan 156,32% YtD.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. nurulamin.pro tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan