BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di NTB 12-14 Januari 2026

BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di NTB 12-14 Januari 2026

Ringkasan Berita:

  • BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah NTB 12 sampai 14 Januari.

  • Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada.

 

TRIBUBLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 12-14Januari 2026.

Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:

  • Kota Mataram: Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, Sandubaya
  • Kabupaten Lombok Barat: Gerung, Kediri, Narmada, Sekotong, Labuapi, Gunungsari, Lingsar, Lembar, Batu Layar, Kuripan
  • Kabupaten Lombok Utara: Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan, Pemenang
  • Kabupaten Lombok Tengah: Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Janapria, Kopang, Praya Tengah, Praya Barat Daya, Batukliang Utara
  • Kabupaten Lombok Timur: Keruak, Sakra, Terara, Sikur, Masbagik, Sukamulia, Selong, Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Suralaga, Wanasaba, Sembalun, Suwela, Labuhan Haji, Sakra Timur, Sakra Barat, Jerowaru
  • Kabupaten Sumbawa: Lunyuk, Alas, Utan, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lape, Plampang, Empang, Alas Barat, Labuhan Badas, Labangka, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, Tarano, Lopok
  • Kabupaten Sumbawa Barat: Seteluk, Brang Rea, Poto Tano
  • Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Soromandi, Bolo, Donggo, Lambitu
  • Kabupaten Dompu: Pekat, Kempo, Manggalewa, Kilo, Dompu, Woja
  • Kota Bima: Asakota, Rasana'e Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur

Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditim bulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir waspada tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

Sebelumnya puluhan rumah di Desa Menceh, Sakra Timur, Lombok Timur rusak diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 14.30 WITA.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Provinsi NTB, angin kencang berlangsung singkat, namun menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman warga.

Angin puting beliung tersebut menyebabkan puluhan kepala keluarga terdampak dan sejumlah warga mengalami luka ringan.

“Dampak bencana tersebut tercatat sebanyak 40 kepala keluarga terdampak, sementara tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan,” ungkap Humas BPBD NTB, Dedik.

Hingga saat ini, kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan asesmen oleh tim di lapangan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

(*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan