BNNK Sumenep Perangi Narkoba dengan Edukasi 121 Ribu Warga Tahun 2025

BNNK Sumenep Perangi Narkoba dengan Edukasi 121 Ribu Warga Tahun 2025

Berbagai Kegiatan P4GN yang Dilakukan BNNK Sumenep

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep terus memperkuat berbagai program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sepanjang tahun 2025. Beragam kegiatan pencegahan, edukasi, hingga pendampingan desa bebas narkoba dilakukan secara masif di berbagai wilayah.

Kasubbag Umum BNNK Sumenep, Wahyu Purnomo menjelaskan bahwa seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen BNNK Sumenep untuk memperluas jangkauan edukasi dan menekan angka penyalahgunaan narkoba.

Jangkauan Informasi P4GN yang Luas

Sepanjang 2025, BNNK Sumenep mencatat total sebaran informasi P4GN sebanyak 121.012 orang. Jangkauan tersebut diperoleh dari berbagai jenis kegiatan. Antara lain:

  • Sosialisasi tatap muka atau talkshow sebanyak 106 kegiatan dengan jangkauan 11.121 orang.
  • Media luar ruang tersebar di 12 titik dengan jangkauan 22.685 orang.
  • Media placement radio lokal sebanyak 3 kali penayangan dengan jangkauan mencapai 85.475 orang.
  • Podcast pencegahan sebanyak 2 episode dengan sebaran 1.731 orang.

Selain itu, BNNK Sumenep juga aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram, YouTube, Facebook, dan website untuk menyebarkan edukasi bahaya narkoba. Mobil Dayamas juga rutin turun menyampaikan imbauan langsung saat kegiatan Car Free Day.

Pembentukan Desa Bersinar dan Penggiat P4GN

Selama tahun 2025, BNNK Sumenep membentuk dua Desa Bersinar (Bersih Narkoba) baru, yakni Desa Tanjung dan Desa Saronggi di Kecamatan Saronggi. Selain itu, BNNK juga membentuk 90 Penggiat P4GN di Desa Tanjung, Desa Saronggi, dan Desa Kertasada. Mereka berasal dari unsur pemerintah desa, pendidikan, serta masyarakat.

Wahyu menjelaskan, penggiat tersebut menjadi kepanjangan tangan BNNK dalam menyebarkan edukasi di lingkungan masing-masing. Harapannya mereka menjadi ujung tombak pencegahan di desa.

Upaya Deteksi Dini dan Rehabilitasi

Terkait upaya deteksi dini, BNNK Sumenep melakukan tes urine di berbagai lingkungan instansi pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat. Total 424 orang mengikuti tes urine, dengan hasil: 422 negatif, 2 positif, namun keduanya dipastikan mengonsumsi obat dengan resep dokter. 37 Klien Rawat Jalan dan 10 Rawat Inap Jalani Rehabilitasi.

Di bidang rehabilitasi, BNNK Sumenep memberikan pelatihan kepada 10 petugas Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Selain itu, Klinik Pratama BNNK Sumenep dan Puskesmas Dasuk menjalankan layanan rehabilitasi, meliputi: Rehabilitasi rawat jalan, Layanan pascarehabilitasi, Layanan SKHPN.

Selama 2025, layanan rehabilitasi mencatat: 37 klien rawat jalan, 10 klien rawat inap, 192 penerbitan SKHPN dari target 200. Program IBM juga berjalan maksimal dengan capaian 7 klien, melampaui target lima orang.

Pemetaan Jaringan dan Sinergi dengan Berbagai Pihak

Pada bidang pemberantasan, BNNK Sumenep terus memperkuat pemetaan jaringan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Sebagai Sekretariat Tim Ases Terpadu, BNNK menargetkan 10 klien untuk asesmen, namun hingga akhir periode pelaporan mencapai 46 klien.

Dirinya menegaskan, keberhasilan program selama 2025 tidak lepas dari peran berbagai instansi, organisasi, media, dan masyarakat. Ia sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga sinergi ini bisa terus berjalan dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di Sumenep.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan