Ringkasan Berita:
- Kemenangan Derbi: Persib Bandung kalahkan Persija 1-0 di Stadion GBLA, menutup putaran pertama musim 2025/2026.
- Ancaman Kematian: Thom Haye mengungkap adanya ancaman kematian terhadap keluarganya dan mengkritik perilaku tidak sportif di lapangan.
- Dukungan Bobotoh: Penggemar menggaungkan tagar #StandWithHaye di media sosial sebagai bentuk pembelaan untuk sang pemain.
nurulamin.proBobotoh menggaungkan tanda pagar (tagar) #StandWithHaye sebagai respons dari ancaman yang didapatkan Thom Haye setelah laga Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah telah menutup perjalanan putaran pertama Super League 2025/2026.
Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (1/11/2026) itu berjalan dengan intensitas tinggi.
Setelah laga usai, Thom Haye bercerita melalui unggahan Instagram Story pribadinya bahwa ia menerima pesan ancaman pembunuhan.
"Dengan penuh hormat, saya ingin meminta orang-orang yang mengirim ancaman kematian untuk keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola tidak harus menjadi sejauh itu," tulis Thom Haye.
Merespons cerita Thom Haye, Bobotoh pun membanjiri sang pemain dengan dukungan seperti yang terlihat dalam unggahan terbarunya di feed Instagram.
Mereka menggaungkan tagar #StandWithHaye di kolom komentar.
"Sangat disayangkan ada pesan ancaman kepada prof dan keluarga, kamu tidak sendirian kami Bobotoh ada di belakangmu," tulis @mhm****tya_.
"Bobotoh bersamamu prof," tulis @ha****isa,
"Jangan khawatirkan mereka, tolong laporkan insidennya ke pihak berwenang. Jangan takut karena Bobotoh selalu di belakangmu," tulis @bell*********20.
Pesan Thom Haye
Dalam unggahan Instagram story pribadinya, Thom Haye memulai dengan rasa bangganya bisa memenangkan derbi melawan Persija Jakarta.
"Kita memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami serta Bobotoh," tulis Thom Haye, Minggu.
"Saya sangat percaya bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi. Semangat dan atmosfernya sangat luar biasa," sambungnya.
Berkaca dari pertandingan itu, Thom Haye merasa sedih adanya perilaku tidak hormat serta pelanggaran yang tidak perlu terjadi.
"Di saat yang sama, saya merasa sedih. Sangat disayangkan bahwa terlalu banyak pertandingan yang dibayang-bayangi oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu," tulis Thom Haye.
Mantan pemain Almere City tersebut menyayangkan adanya pemain yang turut berkontribusi dalam merusak kualitas pertandingan.
"Sedih rasanya melihat para pemain turut berkontribusi dalam hal ini dan merusak kualitas pertandingan," tulis Thom Haye.
"Hal yang gila adalah jika Anda bersuara tentang hal itu, mereka justru hanya ingin lebih banyak melawan. Rasa hormat sangat penting bagi pertumbuhan permainan ini," imbuh dia.
Lebih lanjut, pemain berjuluk El Professor tersebut juga mengungkap adanya ancaman kematian yang mengarah kepada keluarganya.
"Satu hal terakhir.. Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin meminta dengan hormat kepada orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola tidak seharusnya melangkah sejauh itu," tutur Thom Haye.
Pemain bernomor punggung 33 itu mengajak seluruh elemen untuk sama-sama menciptakan lingkungan sepak bola Indonesia yang lebih baik ke depannya.
"Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik bersama-sama untuk para pemain, untuk para pendukung, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia," tutup Thom Haye.
Baca berita Persib Bandung lainnya di nurulamin.pro.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar