
Samsung Galaxy A57: Midrange yang Menawarkan Performa Flagship
Samsung Galaxy A57 mulai menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah bocoran mengenai spesifikasinya muncul ke publik. Dari informasi yang beredar, satu hal yang menonjol adalah upaya Samsung untuk meningkatkan kelas performa ponsel ini hingga mendekati flagship. Namun, di sisi lain, sektor kamera masih terlihat kurang progresif.
Bocoran pertama mengenai Galaxy A57 muncul dari database Geekbench dengan nomor model SM-A576B. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa ponsel ini sedang dipersiapkan untuk rilis awal 2026. Beberapa sumber menyebut peluncurannya bisa terjadi pada bulan Februari, lebih cepat dari siklus biasanya.
Desain yang Tetap Khas Seri A
Dari segi desain, Galaxy A57 tidak membawa banyak kejutan. Ponsel ini tetap mempertahankan identitas khas seri A: tiga kamera belakang tersusun vertikal, LED flash di bagian bawah, serta satu sensor tambahan yang belum diketahui fungsinya. Material kaca di bagian belakang dan frame logam memberikan kesan premium. Bobotnya sekitar 198 gram dengan ketebalan 7,4 mm, sehingga masih nyaman digenggam.
Ponsel ini juga dilengkapi sertifikasi IP68, yang berarti tahan debu dan air. Fitur ini masih tergolong langka untuk kelas midrange dan menjadi nilai jual penting bagi pengguna aktif.
Layar yang Solid dan Menarik
Layar menjadi salah satu sektor paling solid pada Galaxy A57. Ponsel ini dibekali panel AMOLED 6,7 inci beresolusi Full HD+, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 2000 nits. Ada juga fitur wet touch yang memungkinkan layar tetap responsif saat basah. Meski kualitasnya tinggi, peningkatannya tergolong minor dibanding generasi sebelumnya.
Dapur Pacu yang Mengesankan
Sorotan utama Galaxy A57 ada di dapur pacu. Samsung dikabarkan menyematkan Exynos 1680 fabrikasi 4 nm, chipset baru yang disebut dua kali lebih kencang dari generasi sebelumnya. GPU Xclipse 550 berbasis RDNA 3.5 dari AMD membuat performa grafis melonjak signifikan, terutama untuk gaming.
Sebagai gambaran, Exynos 1580 sebelumnya hanya berada di kisaran 900 ribu hingga 1 juta skor AnTuTu. Sementara Exynos 1680 disebut bisa melampaui angka tersebut dan sejajar dengan Snapdragon 7 Gen 4 atau Dimensity 8000 series. Ini membuat Galaxy A57 tampil sebagai midrange dengan rasa flagship.
Konfigurasi Memori yang Canggih
Konfigurasi memorinya juga tidak main-main: RAM 8 GB atau 12 GB LPDDR5X dan penyimpanan 256 GB UFS 4.0. Kombinasi ini menjanjikan performa cepat, multitasking lancar, dan loading aplikasi super singkat.
Software yang Terbaru dan Stabil
Untuk software, Galaxy A57 akan menjalankan One UI 8 berbasis Android 16. Samsung kabarnya memberikan dukungan update OS hingga 7 kali serta pembaruan keamanan 7 tahun, sebuah komitmen panjang yang jarang ditemui di kelas menengah.
Kamera yang Masih Stagnan
Namun, sektor kamera justru terasa stagnan. Setup-nya masih sama seperti generasi sebelumnya: kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, dan makro 5 MP. Belum ada informasi soal lensa telefoto, sehingga dari sisi fotografi terasa kurang progresif. Kamera depan 12 MP mendukung perekaman video hingga 4K.
Konektivitas yang Lengkap
Untuk konektivitas, Galaxy A57 tergolong lengkap: 5G, Bluetooth 5.4, stereo speaker, fingerprint in-display, NFC, IR blaster, gyro hardware, serta sertifikasi IP68. Sayangnya, tidak ada jack audio dan slot microSD.
Baterai yang Membawa Harapan
Baterainya dikabarkan berkapasitas 5.500 mAh dengan fast charging hingga 65 watt, meski angka ini masih sebatas rumor. Jika benar, ini jadi peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Galaxy A57 tampil sebagai midrange yang sangat kuat dari sisi performa dan software. Meski sektor kamera belum banyak berubah, lonjakan chipset dan dukungan jangka panjang membuatnya layak disebut sebagai salah satu kandidat “raja midrange” 2026, tentu jika semua bocoran ini benar saat rilis resmi nanti.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar