
Peristiwa memilukan terjadi di Maiduguri, ibu kota Negara Bagian Borno, Nigeria timur laut. Sebuah bom meledak di dalam sebuah masjid yang ramai, mengakibatkan tujuh jemaah meninggal dunia. Ledakan ini terjadi pada Rabu malam, 21 Desember 2025, saat para jamaah Muslim sedang melaksanakan salat Maghrib di pasar Gamboru.
Maiduguri, yang sebelumnya dikenal sebagai pusat kekerasan ekstremis selama bertahun-tahun, kini telah relatif tenang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, serangan ini menandai kembalinya ancaman dari kelompok-kelompok seperti Boko Haram dan faksi-faksi mereka, termasuk Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP). Kota ini menjadi salah satu wilayah paling rentan di negara tersebut karena konflik berkepanjangan antara pemerintah dan kelompok-kelompok radikal.
Menurut saksi mata dan sumber keamanan, ledakan tersebut terjadi di tengah-tengah salat Maghrib. Masjid yang menjadi lokasi kejadian diketahui ramai dengan jamaah. Pemimpin milisi anti-ekstremis Babakura Kolo menyebutkan bahwa setidaknya tujuh orang tewas, sementara pemimpin masjid Malam Abuna Yusuf menyebutkan jumlah korban mencapai delapan orang. Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis data resmi mengenai jumlah korban.
Berdasarkan laporan, bom diduga ditanam di dalam masjid, meskipun beberapa saksi menggambarkan insiden ini sebagai kemungkinan bom bunuh diri. Jumlah korban luka masih belum jelas, tetapi seorang saksi bernama Isa Musa Yusha’u mengatakan bahwa banyak korban dibawa untuk perawatan medis. Dalam video yang beredar, terlihat korban berlumuran darah di tanah dan tubuh yang ditutupi kain setelah ledakan.
Menurut laporan media lokal yang dikutip oleh Premium Times Nigeria, ledakan terjadi sekitar pukul 18.00 di sebuah masjid Juma'at. Banyak jamaah yang tewas atau terluka, namun jumlah korban jiwa belum dapat dikonfirmasi secara independen. Juru bicara kepolisian, Nahum Daso, tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar resmi.
Tidak ada kelompok bersenjata yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Penyebab ledakan masih belum jelas, meskipun pemboman sebelumnya di Maiduguri dan bagian lain Negara Bagian Borno sering dikaitkan dengan Boko Haram dan ISWAP. Konflik ini telah berlangsung sejak 2009 dan menewaskan sedikitnya 40.000 orang, serta menyebabkan sekitar dua juta orang mengungsi di wilayah timur laut Nigeria.
Meskipun tingkat kekerasan telah menurun dari puncaknya satu dekade lalu, para analis memperingatkan akan adanya peningkatan kembali serangan ekstremis tahun ini. Hal ini juga berpotensi meluas ke negara-negara tetangga seperti Niger, Chad, dan Kamerun.
Maiduguri, yang dulunya sering dilanda baku tembak dan pemboman setiap malam, kini relatif tenang. Serangan besar terakhir tercatat pada tahun 2021. Namun, kehadiran patroli militer dan pos pemeriksaan yang ketat menggarisbawahi kerapuhan keamanan di ibu kota negara bagian tersebut.
Premium Times Nigeria mencatat bahwa ledakan itu terjadi hanya seminggu setelah Angkatan Udara Nigeria membom warga sipil di Distrik Kukawa, sebuah insiden yang belum diakui secara publik oleh militer. Kejadian ini menunjukkan bahwa ancaman dari kelompok ekstremis masih terus mengancam stabilitas wilayah tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar