
priangan insider - Di bawah langit malam Samarinda yang cerah, Stadion Segiri menjadi saksi pertarungan sengit antara Borneo FC Samarinda dan PSM Makassar pada Sabtu, 3 Januari 2026, dalam rangkaian pekan ke-16 Liga Super Indonesia musim 2025/2026. Pesut Etam, nama panggilan Borneo FC, akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 melawan Juku Eja, julukan PSM, setelah sebuah comeback yang penuh ketegangan dan semangat juang tinggi.
Pertandingan dimulai dengan dominasi penuh dari tim tamu, PSM Makassar, yang dipimpin oleh pelatih Tomas Trucha. Mereka langsung menekan sejak menit-menit awal, dan pada menit kedua, striker andalan mereka, Alex Tanque, berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu datang dari sebuah serangan balik cepat yang memanfaatkan celah di pertahanan Borneo, membuat para pendukung PSM yang hadir dalam jumlah besar bersorak gembira.
PSM terus mengontrol tempo permainan dengan umpan-umpan presisi dan serangan dari sisi sayap, sementara Borneo FC, yang dilatih oleh Fabio Lefundes, kesulitan membangun serangan balik. Penjaga gawang PSM, Hilman Syah, juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial, menjaga keunggulan timnya hingga turun minum.
Namun, babak kedua membawa angin segar bagi tuan rumah. Borneo FC bangkit dengan energi baru, dan pada menit ke-68, Joel Vinicius menyamakan kedudukan melalui sundulan kuatnya. Umpan silang dari Mariano Peralta menemukan kepala Vinicius, yang melompat lebih tinggi dari bek PSM dan menjebol gawang. Gol itu seperti obat bagi Borneo, yang mulai mengambil alih inisiatif di lini tengah. PSM mencoba membalas, tetapi barisan pertahanan Borneo yang solid, dengan pemain seperti Caxambu dan Christophe Nduwarugira, berhasil menahan tekanan.
Klimaks terjadi di menit ke-88, ketika Joel Vinicius kembali menjadi bintang utama. Meski dikelilingi oleh tiga pemain PSM, penyerang Brasil itu menang duel udara dan menyundul bola ke pojok gawang. Gol keduanya malam itu memastikan kemenangan Borneo FC. PSM melancarkan serangan akhir dengan tendangan bebas dan sepak pojok, tetapi tidak ada gol tambahan yang lahir. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1, meninggalkan PSM dengan rasa pahit setelah mendominasi awal laga.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin; ia membawa Borneo FC ke posisi teratas klasemen sementara dengan 37 poin, mengalahkan Persib Bandung yang sebelumnya memimpin. Ini adalah momen penting bagi tim yang sedang dalam tren positif, terutama setelah beberapa hasil buruk di awal musim. Sementara itu, PSM Makassar terjebak di peringkat sembilan dengan 19 poin, membuat mereka harus waspada terhadap ancaman degradasi di sisa kompetisi.
Dari segi performa individu, Joel Vinicius benar-benar mencuri perhatian. Dengan dua golnya, ia kini telah mencetak 15 gol musim ini, menjadikannya top skor sementara liga, menurut data resmi dari situs resmi Liga Indonesia. Pemain asal Brasil ini dikenal dengan kekuatan fisiknya dan kemampuan duel udara, yang sering kali menjadi senjata mematikan dalam situasi set-piece.
Di pihak PSM, Alex Tanque menunjukkan potensinya dengan gol pembuka, meskipun timnya gagal mempertahankan momentum. Pelatih Fabio Lefundes mungkin bangga dengan strategi rotasi pemain yang efektif, seperti penggantian Komang Teguh dengan Ikhsan Zikrak di menit 63, yang menambah stabilitas pertahanan. Sementara Tomas Trucha perlu merefleksikan mengapa timnya kehilangan kontrol di babak kedua, mungkin akibat kelelahan atau kurangnya opsi serangan alternatif.
Rivalitas antara Borneo FC dan PSM Makassar selalu menarik, dengan sejarah pertemuan yang penuh emosi sejak era Liga Indonesia. Borneo, yang berbasis di Kalimantan Timur, sering kali dianggap sebagai tim underdog, tetapi musim ini mereka menunjukkan kemajuan signifikan dengan investasi pemain asing berkualitas.
PSM, sebagai tim dari Sulawesi Selatan, dikenal dengan basis suporter fanatik dan gaya permainan agresif. Cuaca malam itu, yang cukup sejuk dengan angin kencang, mungkin memengaruhi permainan, membuat bola lebih sulit dikontrol, seperti yang sering terjadi di Stadion Segiri yang terkenal dengan atmosfernya yang hidup.
Secara keseluruhan, laga ini menegaskan betapa dinamisnya sepakbola Indonesia. Borneo FC membuktikan bahwa semangat pantang menyerah bisa mengubah nasib, sementara PSM belajar bahwa keunggulan awal tidak selalu menjamin kemenangan. Penggemar sepakbola pasti menantikan laga-laga berikutnya, di mana Borneo akan berusaha mempertahankan puncak, dan PSM berupaya bangkit. Liga Super Indonesia 2025/2026 semakin seru!
Susunan Pemain:
Borneo FC (5-2-3):
Nadeo Argawinata; Komang Teguh (Ikhsan Zikrak 63'), Caxambu, Christophe Nduwarugira, Algharezzi Buffon, Diego Michiels; Juan Villa, Kei Hirose; Douglas Coutinho (Maicon 78'), Mariano Peralta, Joel Vinicius.
Pelatih: Fabio Lefundes.
PSM Makassar (4-2-3-1):
Hilman Syah; Victor Luiz, Syahrul Lasinari, Yuran Fernandes, Aloisio Neto; Ananda Raehan (Akbar Tanjung 46'), Savio Roberto (Daisuke Sakai 78'), Gledson Paixao (Abu Kamara 92'); Rizky Eka Pratama (Mufli Hidayat 57'/Abdul Rahman 78'), Jacques Medina; Alex Tanque.
Pelatih: Tomas Trucha.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar