
PR Garut- Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (3/1/2026) sore, menjadi panggung sebuah kisah tentang keteguhan mental dan keberanian menantang takdir. Di pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, Borneo FC Samarinda menulis bab penting dalam perburuan gelar setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-1 lewat comeback yang menggetarkan.
Kemenangan ini jauh melampaui sekadar tambahan tiga poin. Pesut Etam resmi mengambil alih singgasana puncak klasemen, menggusur Persib Bandung dan mengirim sinyal keras bahwa mereka adalah kandidat serius juara musim ini.
Pertandingan baru berjalan seumur jagung ketika ribuan pasang mata di Stadion Segiri mendadak terdiam. Pada menit ke-3, PSM Makassar langsung mencuri keunggulan melalui sontekan Alex De Aguiar Gomes. Gol cepat itu sempat memicu protes keras dari kubu tuan rumah akibat dugaan pelanggaran, tetapi setelah wasit berkonsultasi dengan VAR, keputusan akhir tetap berpihak pada Juku Eja. Skor 0-1, tamparan awal bagi Borneo FC.
Tertinggal lebih dulu, Borneo FC mencoba merespons cepat. Douglas Coutinho nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-8, namun sepakan tipisnya hanya melintas di sisi gawang. Selebihnya, solidnya pertahanan PSM membuat lini tengah Pesut Etam kerap menemui jalan buntu hingga pertengahan babak pertama.
Drama semakin menyesakkan menjelang turun minum. Joel Vinicius sempat membangkitkan euforia publik Segiri setelah membobol gawang Hilman Syah pada menit ke-45. Sayang, kegembiraan itu tak bertahan lama. VAR kembali mengambil peran utama, menganulir gol tersebut karena pelanggaran dalam proses serangan.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil dengan intensitas berbeda, menekan sejak peluit awal dibunyikan. Serangan demi serangan dilancarkan, memaksa PSM lebih banyak bertahan. Usaha itu akhirnya terbayar pada menit ke-68. Joel Vinicius menebus kekecewaannya di babak pertama dengan sebuah penyelesaian dingin yang tak lagi bisa diganggu VAR. Skor berubah menjadi 1-1, sekaligus membakar kembali semangat Pesut Etam.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Kepercayaan diri Borneo FC melonjak, sementara PSM mulai kehilangan kendali permainan. Puncak drama hadir di menit ke-87. Dari sebuah skema serangan balik cepat dan rapi, Joel Vinicius kembali muncul sebagai pembeda. Sundulan tajamnya menembus gawang PSM, mencetak brace dan memastikan kemenangan comeback yang heroik.
Stadion Segiri pun bergemuruh. Borneo FC bangkit dari keterpurukan, membalikkan keadaan, dan merayakan malam yang mungkin akan dikenang hingga akhir musim.
Hasil ini membawa Borneo FC Samarinda ke puncak klasemen sementara Super League dengan koleksi 37 poin, menggeser Persib Bandung dari posisi teratas.
Meski demikian, persaingan belum usai. Persib masih menyimpan satu laga melawan Persik Kediri pada Senin mendatang, sementara Persija Jakarta terus membayangi di posisi kedua dengan 35 poin. BRI Super League masih panjang, tetapi satu hal kini jelas, Pesut Etam telah mengirim pesan kuat, takhta tertinggi tak akan mereka serahkan dengan mudah.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar