BPOM Dorong UMKM Tingkatkan Mutu Produk

BPOM Dorong UMKM Tingkatkan Mutu Produk

Meningkatkan Kualitas Produk UMKM dengan Kolaborasi

Badan POM di Pangkalpinang mengadakan sebuah kegiatan yang bertajuk "Academia, Business and Government Collaboration" untuk mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan mutu dan kualitas produknya. Kegiatan ini digelar di Aston Emidary Bangka Hotel pada hari Kamis (11/12).

Kepala Badan POM di Pangkalpinang, Agus Riyanto menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar para pelaku UMKM dapat menaikkan kelas usahanya dan mendapatkan pengembangan produk yang lebih baik. "Saat ini, ada beberapa pelaku UMKM yang sudah memiliki nomor izin edar, tetapi masih beroperasi dalam skala industri rumah tangga. Ada juga yang belum memiliki izin tersebut. Kegiatan ini merupakan tahap awal penjaringan terhadap UMKM yang akan kami dampingi tahun depan, agar bisa mendapatkan nomor izin edar dari Badan POM," ujarnya.

Agus Riyanto menekankan pentingnya memiliki nomor izin edar bagi pelaku UMKM. Ia menyatakan bahwa izin ini menjadi legalitas, jaminan keamanan, dan mutu produk, serta membantu pengembangan usaha. "Sangat penting karena pangan olahan terkemas yang ingin dipasarkan, baik di pasar tradisional maupun modern, bahkan untuk ekspor, harus memiliki nomor izin edar. Tanpa izin tersebut, berarti tidak mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah," tambahnya.

Dalam acara tersebut, Agus Riyanto secara simbolis memberikan nomor izin edar kepada dua pelaku UMKM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat para pelaku UMKM, yang perannya sangat penting dalam mendukung PDB nasional. "Secara ekonomi, UMKM tetap bertahan bahkan saat terjadi krisis," jelasnya.

Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Devi Ingson, juga menyampaikan apresiasinya terhadap Badan POM yang telah memberikan perhatian terhadap sektor UMKM. "Kota Pangkalpinang sangat komitmen dan mendukung kemajuan UMKM. Tidak hanya melalui pendanaan dari pihak perbankan atau lainnya, tetapi juga dari hulu ke hilir melalui penyediaan fasilitas rumah produksi," ujarnya.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pengembangan UMKM

Kolaborasi antara akademisi, bisnis, dan pemerintah menjadi kunci dalam pengembangan UMKM. Dengan adanya kerja sama ini, pelaku UMKM dapat memperoleh akses ke sumber daya, pelatihan, dan dukungan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Berikut beberapa manfaat dari kolaborasi tersebut:

  • Akses ke Pelatihan dan Sumber Daya
    Pelaku UMKM dapat memperoleh pelatihan tentang standarisasi produk, manajemen kualitas, dan cara membuat dokumen izin edar. Hal ini akan membantu mereka memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku.

  • Dukungan Teknis dan Regulasi
    Dengan bimbingan dari Badan POM dan instansi terkait, pelaku UMKM dapat lebih mudah memenuhi standar keamanan dan kualitas produk. Ini juga akan memudahkan proses pengajuan izin edar.

  • Peningkatan Citra dan Kepercayaan Konsumen
    Produk yang memiliki izin edar dari Badan POM akan lebih diminati oleh konsumen karena dianggap aman dan berkualitas. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap merek UMKM.

  • Akses ke Pasar yang Lebih Luas
    Dengan memiliki izin edar, UMKM dapat memasuki pasar ritel modern, bahkan pasar ekspor. Ini memberikan peluang pertumbuhan usaha yang lebih besar.

Peran UMKM dalam Perekonomian Nasional

UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Bahkan dalam kondisi krisis, UMKM tetap bertahan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, UMKM juga menjadi tulang punggung perekonomian lokal, terutama di daerah seperti Bangka Belitung. Dengan dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, UMKM dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan