BPOM Ende Libatkan Kampus Jadi Penjaga Utama Pengawasan Obat dan Makanan

BPOM Ende Libatkan Kampus Jadi Penjaga Utama Pengawasan Obat dan Makanan

Sosialisasi Pengawasan Obat dan Makanan di Stiper Flores Bajawa

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ende menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan obat dan makanan di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, pada hari Kamis, 12 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Si OMA Kelimutu yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengonsumsi obat dan makanan yang aman, bermutu, serta bebas dari bahan berbahaya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Stiper Flores Bajawa, Dr. Nicolus Noywuli. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam mendidik generasi muda agar lebih cerdas dan kritis dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama dengan BPOM untuk memperkuat pemahaman tentang keamanan pangan dan obat.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala BPOM Ende, Eko Agus Budi Darmawan, S.F., APt., M.Pharm. Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, masyarakat semakin terpapar promosi produk kesehatan dan makanan melalui media sosial, sering kali disertai klaim berlebihan dan testimoni yang menyesatkan. Hal ini dapat membuat masyarakat salah memilih produk, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Menurut kerangka acuan kegiatan Si OMA Kelimutu, promosi masif tanpa pengawasan serta beredarnya obat tradisional, suplemen, dan kosmetik hingga ke pelosok daerah membuat masyarakat harus lebih kritis sebelum membeli. Ketika produk digunakan tidak sesuai aturan, dampaknya dapat membahayakan kesehatan bahkan memicu penyakit baru.

Melalui program Si OMA Kelimutu, BPOM Ende menargetkan peningkatan edukasi publik melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta pengujian cepat bahan berbahaya pada produk pangan. Ada tiga tujuan utama program ini:

  • Pertama, meningkatkan peran aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, agar mampu memilih obat dan makanan yang aman, berkhasiat, dan bermutu.
  • Kedua, meningkatkan kesadaran (awareness) terhadap risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu.
  • Ketiga, memberikan edukasi tentang bahaya bahan berbahaya dalam makanan dan risiko penyalahgunaan obat.

Peran Akademisi dalam Penyebaran Informasi

BPOM Ende menilai kalangan akademisi memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan informasi yang benar terkait keamanan pangan dan obat. Karena itu, Stiper Flores Bajawa dipilih sebagai salah satu lokasi edukasi dengan harapan mahasiswa dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.

"Kami berharap mahasiswa menjadi motor edukasi di keluarga dan komunitas masing-masing. Keamanan pangan dan obat bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga kualitas hidup," tegas Kepala Balai BPOM Ende.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, diakhiri dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan tim BPOM mengenai berbagai isu seputar obat, suplemen, kosmetik, hingga bahan berbahaya dalam makanan. Melalui kegiatan ini, Stiper Flores Bajawa diharapkan menjadi mitra strategis BPOM dalam memperkuat literasi keamanan pangan dan obat di wilayah Bajawa dan sekitarnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan