Branding dan Loyalitas Pelanggan Jadi Kunci Sukses UMKM

Branding dan Loyalitas Pelanggan Jadi Kunci Sukses UMKM

Penguatan Branding dan Strategi Loyalitas Pelanggan untuk UMKM di Era Digital

Penguatan branding dan pembangunan loyalitas pelanggan menjadi aspek penting bagi keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era persaingan digital. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Anik, seorang Digital Marketing Specialist and Entrepreneur, dalam pelatihan UMKM yang berlangsung di Gedung Pegadaian Lempuyangan.

Menurut Anik, branding tidak boleh dipahami sebatas pembuatan logo atau desain visual. Branding merupakan keseluruhan proses membentuk identitas, karakter, dan persepsi publik terhadap sebuah usaha. “Logo itu hanya simbol. Branding adalah makna dan pengalaman yang membuat pelanggan percaya dan kembali lagi,” ujarnya di hadapan puluhan pelaku UMKM peserta pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa branding dibangun melalui identitas yang kuat, konsistensi komunikasi, serta pengalaman pelanggan yang positif. Identitas tersebut mencakup nama usaha, warna, tagline, hingga cara berkomunikasi di media sosial. Konsistensi dinilai menjadi faktor utama yang membuat brand mudah dikenali dan diingat.

Dalam pemaparannya, Anik juga menekankan pentingnya pilar-pilar branding UMKM, yaitu identitas merek, positioning, nilai dan cerita, komunikasi, serta pengalaman pelanggan. “UMKM yang ingin maju harus punya cerita, nilai, dan karakter yang membedakannya dari yang lain. Pembeli tidak hanya membeli produk, tapi juga kepercayaan dan kedekatan emosional,” imbuhnya.

Selain branding, Anik menyoroti strategi membangun loyalitas pelanggan. Menurutnya, loyalitas tidak lahir dari promosi besar-besaran, melainkan dari kualitas produk yang konsisten, pelayanan ramah, komunikasi hangat, serta penanganan keluhan yang cepat dan solutif.

“Pelanggan selalu ingat bagaimana mereka diperlakukan. Kalau produk bagus, pelayanan ramah, dan masalah ditangani dengan baik, mereka akan kembali dan bahkan merekomendasikan kepada orang lain,” jelasnya.

Anik menambahkan bahwa program loyalti seperti kartu poin, bonus pembelian, hingga ucapan personal dapat memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Namun yang paling menentukan tetap pengalaman positif secara keseluruhan.

Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin digital dan kompetitif. Peserta diajak memahami pentingnya membangun citra usaha secara strategis agar dapat bertahan sekaligus berkembang.

Program Emas Pegadaian: Literasi Keuangan dan Investasi Emas

Sementara itu, staf layanan Pegadaian Lempuyangan Yogyakarta, Ivo, dalam pemaparannya menjelaskan tentang literasi keuangan masyarakat dengan menghadirkan berbagai layanan investasi emas yang mudah, aman, dan terjangkau.

Ivo menjelaskan bahwa Pegadaian kini bukan hanya dikenal sebagai lembaga gadai, tetapi juga menjadi tempat yang paling mudah diakses masyarakat untuk memulai investasi emas. “Kami menghadirkan banyak pilihan program emas agar masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Investasi itu tidak harus mahal, dan bisa dimulai dari nilai kecil,” ujarnya.

Salah satu layanan yang paling diminati adalah Tabungan Emas, yaitu fasilitas menabung emas mulai dari nominal kecil. Masyarakat cukup menyetor uang Rp10.000 dan saldo akan langsung dikonversi menjadi gram emas. Menurut Ivo, layanan ini sangat cocok untuk generasi muda dan keluarga yang ingin menyiapkan dana pendidikan atau tabungan jangka panjang. “Menabung emas lebih stabil dan aman. Nilainya cenderung naik dan Pegadaian menjamin keamanan penyimpanan emas tersebut,” jelasnya.

Selain menabung, Pegadaian juga menyediakan layanan Gadai Emas, yaitu fasilitas pinjaman dengan jaminan emas. Prosesnya cepat, tanpa BI checking, dan banyak digunakan masyarakat yang membutuhkan dana mendesak. “Cukup membawa emas, ditaksir, lalu dana pinjaman langsung cair. Prosesnya hanya beberapa menit dan semuanya aman karena Pegadaian diawasi OJK,” tambah Ivo.

Untuk masyarakat yang ingin memiliki emas fisik tetapi belum mampu membeli secara tunai, Pegadaian menyediakan layanan Cicil Emas. Melalui program ini, nasabah bisa membeli emas mulai dari 1—100 gram dengan uang muka tertentu dan melunasinya melalui cicilan 3 hingga 36 bulan. “Kelebihan Cicil Emas adalah harga emas langsung dikunci sejak awal. Jadi meskipun harga emas naik tahun depan, nasabah tetap membayar sesuai harga perjanjian,” jelasnya.

Pegadaian juga mengembangkan pembiayaan emas berbasis syariah melalui program MULIA (Murabahah Logam Mulia). Program ini memungkinkan masyarakat membeli logam mulia tanpa bunga, dengan akad syariah yang transparan. Fasilitas ini juga sering digunakan untuk arisan emas atau pembelian kolektif. “Bagi masyarakat yang ingin investasi sesuai prinsip syariah, MULIA menjadi pilihan yang paling diminati,” ungkap Ivo.

Tidak hanya itu, Pegadaian Lempuyangan juga melayani Arisan Emas Pegadaian yang banyak dipilih kelompok ibu-ibu maupun komunitas pekerja. Program ini membantu peserta lebih disiplin menabung karena pembayaran dilakukan secara rutin dan setiap periode akan ada anggota yang memperoleh emas sesuai undian. “Arisan emas ini aman, terpantau Pegadaian, dan membuat konsep menabung menjadi lebih menyenangkan,” tutur Ivo.

Ivo berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa investasi emas tidak harus dimulai dengan modal besar. Beragam program yang tersedia memungkinkan siapa pun memulai dari nominal kecil hingga pembelian emas dalam skala besar. “Intinya, kami ingin masyarakat merasa mudah, aman, dan nyaman ketika berinvestasi melalui Pegadaian. Emas selalu menjadi pilihan terbaik untuk lindung nilai di masa depan,” tegasnya.

Dengan beragam pilihan program tersebut, Pegadaian Lempuyangan Yogyakarta berupaya memperluas akses investasi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman finansial di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan