
BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Usaha Mikro Akibat Erupsi Gunung Semeru
PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) atau BRI Insurance telah membayarkan klaim asuransi usaha mikro kerusakan tempat usaha (KTU) sebesar Rp 253,8 miliar kepada 188 nasabah yang terdampak oleh bencana erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Pembayaran klaim ini diharapkan dapat meringankan beban para nasabah dalam proses pemulihan usahanya.
Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan kepastian bagi nasabah saat menghadapi risiko. "Kami ingin memastikan bahwa di masa sulit, nasabah tidak sendirian," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (31/12).
Pembayaran klaim dilakukan kepada nasabah di wilayah Jember dan sekitarnya dengan melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Hal ini menjadi bentuk sinergi perlindungan asuransi bagi nasabah ultramikro (Mekaar) yang memiliki risiko tinggi terhadap ketidakpastian alam.
Pimpinan Cabang MRO Jember BRI Insurance, Adit Sulistiyo, menekankan pentingnya kolaborasi antara BRI Insurance dan PNM dalam memberikan perlindungan kepada nasabah. "Ini adalah bentuk komitmen BRI Insurance dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi nasabah saat menghadapi risiko," katanya.
Salah satu nasabah yang menerima klaim, Sutiyem, mengungkapkan bahwa proses klaim asuransi yang mudah memberikan harapan baru baginya untuk membangun kembali usahanya yang sempat terhenti akibat erupsi. Pengalaman ini meningkatkan kepercayaannya terhadap perlindungan asuransi.
BRI Insurance menyatakan pembayaran klaim massal ini menjadi langkah penguatan peran sebagai perusahaan asuransi yang memberikan kemudahan layanan. Di samping itu, juga sebagai solusi perlindungan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Kinerja Keuangan BRI Insurance pada Kuartal III 2025
BRI Insurance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 467 miliar pada kuartal III 2025. Profit margin tercatat sebesar 15 persen, sedangkan hasil underwriting mencapai 31,23 persen. Premi bruto tercatat mencapai Rp 3,12 triliun.
Meski secara keseluruhan kinerja keuangan hingga September masih sedikit di bawah rencana kerja dan anggaran (RKA) akibat dampak penerapan PSAK 117 yang menekan pencatatan laba, prospek hingga akhir tahun tetap optimistis.
Perseroan menargetkan premi bruto di atas Rp 4,5 triliun pada akhir 2025 dengan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan komitmen BRI Insurance untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan perlindungan yang lebih luas kepada masyarakat.
Strategi Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Dalam rangka mendukung target pertumbuhan tersebut, BRI Insurance terus memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan inovasi produk asuransi. Fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi prioritas utama perusahaan.
Selain itu, BRI Insurance juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan kepuasan nasabah. Dengan pengalaman sukses dalam menangani klaim asuransi usaha mikro, perusahaan yakin mampu memberikan perlindungan yang maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dengan strategi yang terarah dan komitmen kuat, BRI Insurance siap menghadapi tantangan di masa depan dan terus menjadi mitra andalan bagi nasabah dalam menjalankan usaha serta melindungi dari risiko yang mungkin terjadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar