BTN tingkatkan partisipasi generasi muda dalam pembiayaan hijau dengan inovasi ramah lingkungan di U

BTN tingkatkan partisipasi generasi muda dalam pembiayaan hijau dengan inovasi ramah lingkungan di Unud

Peran Bank Tabungan Negara dalam Pembiayaan Hijau dan Keberlanjutan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah mengambil langkah penting dalam mendorong generasi muda untuk memahami dan menerapkan pembiayaan hijau atau ramah lingkungan (green financing). Dalam era digital, BTN berupaya menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan sambil menjaga kelestarian bumi. Hal ini dilakukan melalui berbagai inisiatif dan program yang dijalankan oleh bank tersebut.

Pada acara kuliah umum yang diselenggarakan di Universitas Udayana (Unud), Jimbaran, Bali pada Rabu (11/12/2025), Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa green financing menjadi hal yang mendesak. Ia menilai perubahan iklim sebagai risiko global yang dapat berdampak buruk tidak hanya bagi perekonomian, tetapi juga keberlangsungan hidup manusia.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Nixon, perubahan iklim atau climate change telah menjadi permanen di dunia sejak enam tahun terakhir. Risiko ini termasuk dalam berbagai risiko global lainnya seperti pandemi, ketidakstabilan geopolitik, cybersecurity, dan krisis energi. Nixon menjelaskan bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan sistem keuangan, sehingga sudah saatnya perekonomian digerakkan dengan prinsip keberlanjutan.

Suhu rata-rata global meningkat antara 1,3 derajat Celsius hingga 1,4 derajat Celsius, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Di Indonesia, suhu rata-rata meningkat setiap 10 tahun sejak 1971. Dengan adanya risiko perubahan iklim ini, BTN mulai mengalokasikan kredit mereka ke program-program yang berkelanjutan, seperti membantu rumah sakit hewan yang green dan tidak membiayai sawit dan batubara. BTN juga membiayai masyarakat yang ingin punya rumah dengan prinsip satu rumah satu pohon.

Praktik Green Financing di BTN

Di BTN, praktik green financing telah menjadi tren global yang diikuti oleh banyak bank, institusi keuangan, dan perusahaan di dunia. Nixon menjelaskan bahwa ada beberapa project ramah lingkungan dengan pola-pola pembiayaan green financing. Contohnya, BTN mulai bergerak ke program energi terbarukan dengan memberikan dukungan untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan menyalurkan kredit untuk pembangunan pabrik pupuk yang menggunakan energi terbarukan. Ini adalah cara-cara BTN untuk menyelamatkan bumi.

Contoh konkrit lainnya dari penerapan green financing adalah program Rumah Rendah Emisi yang dilakukan BTN dengan melibatkan mitra developer dan produsen material bangunan yang ramah lingkungan (eco-friendly) untuk membiayai 150.000 unit rumah rendah emisi hingga 2029.

Terbaru, BTN mendapatkan apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA) atas program Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu. Program ini memungkinkan debitur KPR BTN untuk mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk kemudian ditukarkan menjadi saldo tabungan di BTN dan dapat mengurangi angsuran KPR setiap bulannya.

Inisiatif Keberlanjutan BTN

BTN secara konsisten telah melakukan berbagai inisiatif keberlanjutan, seperti mengurangi konsumsi kertas, menggunakan kendaraan listrik untuk operasional, memasang panel surya, dan mendorong digitalisasi baik untuk internal operation maupun untuk nasabah. Nixon menegaskan bahwa apa yang dilakukan BTN terhadap bumi akan kita tuai kemudian hari. Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa kita harus melihat bumi dengan cara berbeda, dan karena itu, sistem pembiayaan di BTN pun diubah.

Kerja Sama dengan Universitas Udayana

Pada kesempatan tersebut, BTN secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Unud dalam rangka mendukung penyediaan fasilitas jasa dan layanan perbankan serta dukungan untuk pengembangan sivitas akademika di kampus Unud. Melalui kerja sama tersebut, BTN memberikan solusi pengelolaan keuangan untuk operasional kampus Unud dan memenuhi berbagai kebutuhan institusi pendidikan melalui produk dan layanan BTN.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana mengatakan kerja sama antara Unud dan BTN tidak hanya terbatas pada penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung aktivitas pembelajaran di seluruh civitas akademika, mulai dari kolaborasi riset, magang, hingga seminar dan kuliah umum.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung literasi keuangan dan pembelajaran praktek perbankan, sehingga mahasiswa Unud unggul secara akademik dan berkontribusi secara nyata di masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan