Bukan Hanya Gaya Eropa, Kenneth Jonassen Ubah Strategi untuk Kemajuan Bulu Tangkis Malaysia

Perubahan Gaya Pelatihan untuk Meningkatkan Performa Tunggal Malaysia

Direktur Kepelatihan Sektor Tunggal BAM, Kenneth Jonassen, mengambil langkah penting dalam mengubah gaya pelatihan yang diterapkan kepada atlet bulu tangkis Malaysia. Perubahan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan konsistensi performa atlet di sektor tunggal, baik putra maupun putri.

Sejak beberapa waktu lalu, tim bulu tangkis Malaysia menghadapi tantangan dalam memperkuat posisi mereka di jajaran top dunia. Meskipun memiliki potensi, belum ada tunggal putra atau tunggal putri yang mampu menembus peringkat teratas secara konsisten. Untuk mengatasi hal ini, Jonassen melakukan penyesuaian strategi pelatihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan para pemain.

Beralih ke Pendekatan Asia

Jonassen menyatakan bahwa pihaknya tidak lagi menerapkan gaya pelatihan ala Eropa, yang sebelumnya menjadi standar. Ia menggantinya dengan pendekatan berbasis Asia, karena dirasa lebih cocok dengan cara berpikir dan respons pemain Malaysia.

"Sejak awal, saya telah melakukan beberapa perubahan," ujarnya. "Orang mungkin berpikir kami masih mengikuti gaya latihan Eropa, tapi sebenarnya kami tidak."

Menurut Jonassen, pendekatan Eropa biasanya fokus pada pengembangan mental pemain melalui tantangan pola pikir dan cara berpikir mereka. Namun, ia merasa bahwa pendekatan ini tidak sepenuhnya efektif untuk pemain Malaysia. Oleh karena itu, pihaknya kembali ke metode yang lebih sesuai dengan budaya dan karakteristik pemain setempat.

"Jadi, saya melakukan perubahan dengan cepat setelah mulai memahami cara berpikir dan bereaksi para pemain di sini," katanya. "Pendekatan Asia sebenarnya tidak terlalu berbeda, dan sekarang saya mengerti bahwa kita pada akhirnya akan mencapai tujuan yang sama, hanya dengan cara yang sedikit berbeda."

Mencoba Gabungan Gaya Asia dan Eropa

Meski telah beralih ke pendekatan Asia, Jonassen tidak menutup kemungkinan untuk menggabungkan elemen dari kedua gaya tersebut. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi para pemain, terutama di sektor tunggal.

"Akhirnya, kita akan mencoba lagi dengan kombinasi elemen yang berbeda, karena sekarang kita memiliki pemahaman yang lebih baik satu sama lain," tambahnya. "Saya pikir akan lebih ideal untuk menggabungkan lebih banyak elemen ke depannya."

Pemain Potensial di Sektor Tunggal

Di sektor tunggal putra, Malaysia memiliki dua nama yang dianggap potensial, yaitu Leong Jun Hao dan Justin Hoh. Kedua pemain ini masih perlu berjuang keras untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain top 10 dunia.

Di sektor tunggal putri, Wong Ling Ching juga menjadi salah satu harapan bagi Malaysia. Ia terus mengasah kemampuan dan tekniknya guna meningkatkan posisi di level internasional.

Dengan perubahan gaya pelatihan yang dilakukan oleh Jonassen, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas dan konsistensi performa atlet Malaysia di sektor tunggal. Perjalanan panjang masih menanti, tetapi langkah awal ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan