
JAKARTA KOTA - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran dari PSSI untuk menakhodai skuad Merah Putih.
Juru taktik asal Inggris itu menyoroti besarnya potensi pemain lokal Indonesia yang dipadukan dengan amunisi naturalisasi.
Namun di balik semua itu, Herdman melihat fanatisme suporter sebagai faktor utama sekaligus potensi luar biasa sepakbola Indonesia.
Laporan The Canadian Press terbit bertepatan dengan hari pengumuman resmi Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, Sabtu, 3 Januari 2026.
Pelatih 50 tahun mengaku telah cukup lama menanti proyek yang tepat sejak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Toronto FC bulan November 2024.
Selama lebih dari setahun tanpa pekerjaan, Herdman mengaku selektif dalam memilih tantangan berikutnya. Dan pilihan itu jatuh ke Indonesia.
"Ini tentang menemukan proyek yang tepat, satu yang bisa merasakan passion dan intensitas para suporter dan penggemar," ujar Herdman kepada The Canadian Press.
Selain faktor fanatisme pendukung, Herdman menyebut komitmen PSSI juga menjadi pertimbangan besar.
Federasi Indonesia mencari sosok pelatih dengan rekam jejak membawa tim nasional lolos ke Piala Dunia yang sesuai dengan pengalamannya.
Menurut Herdman, kondisi sepak bola Indonesia memiliki kemiripan dengan Kanada. Negara besar dengan banyak talenta lokal yang diperkuat dengan pemain keturunan berpaspor ganda.
"Yang saya lihat adalah bakat-bakat yang ada di sana. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara besar, banyak potensi dengan pemain lokal, tetapi juga kemampuan untuk merekrut pemain berpaspor ganda, yang sudah mereka mulai dalam perjalanan itu," jelas Herdman.
PSSI sudah mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia sekaligus menandakan dimulainya lembaran baru sepakbola nasional.
"Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia," tulis pernyataan resmi PSSI.
Selain menangani Timnas senior, Herdman juga dipercaya membesut Timnas Indonesia U-23, dikontrak dengan skema jangka panjang 2+2 tahun atau hingga 2029.
Indonesia dijadwalkan mengikuti FIFA Series pada Maret, tampil di Piala AFF 2026 pada Juli-Agustus, serta agenda FIFA Match Day pada Juni, September-Oktober, dan November.
"Pada tahun 2026, Herdman dan Timnas Indonesia telah menanti agenda padat. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret 2026," demikian tertulis dalam rilis PSSI.
"Dilanjutkan agenda FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026."
Akun media sosial Instagram atas nama John Herdman yang centang biru terlihat baru dibuat pada Sabtu 3 Januari 2026 namun langsung mendapatkan pengikut 50 ribu lebih. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar