
nurulamin.pro, LINGGA- Upaya mendorong ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa terus dilakukan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah satunya melalui kegiatan panen jagung pipil yang digelar Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Sabtu (3/1/2026).
Panen jagung pipil tersebut dilaksanakan di lahan milik Desa Mepar yang berada di Jalan Pasir Panjang, Dusun I Malar, RT 003/RW 002.
Sejumlah unsur pemerintahan dan stakeholder terkait tampak hadir sebagai bentuk sinergi lintas sektor, dalam mendukung pembangunan desa berbasis pertanian.
Turut hadir Camat Lingga Abdul Malik, Kepala Desa Mepar Faif Sundoyo, perwakilan Satgas Swasembada Pangan Kabupaten Lingga Ibrahim, serta Bhabinkamtibmas Desa Mepar Briptu Tomi Azwar, hingga Direktur Bumdes Desa Mepar Tauran.
Panen dilakukan di lahan seluas sekitar setengah hektare dengan total hasil panen mencapai kurang lebih 500 kilogram jagung pipil.
Kepala Desa Mepar, Faif Sundoyo mengatakan, penanaman jagung ini bentuk komitmen pemerintah desa melalui Bumdes dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita.
Program tersebut menitikberatkan pada penguatan swasembada pangan, peningkatan ekonomi kreatif, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesehatan masyarakat.
“Program pertanian ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan potensi desa yang berkelanjutan,” kata Faif Sundoyo.
Ia menambahkan, selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal, kegiatan panen jagung pipil ini juga memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Manfaat yang diharapkan pria yang kerap disapa Handoyo ini, antara lain meningkatnya hasil panen, bertambahnya pendapatan petani.
Serta terbukanya peluang pengembangan agroindustri berbasis jagung pipil di Desa Mepar.
Handoyo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan hadir dalam kegiatan tersebut.
Meski demikian, ia mengakui hasil panen belum maksimal akibat adanya serangan hama. Namun, sebagian tanaman jagung masih dapat dipanen.
“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran agar pada penanaman berikutnya bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan terus bekerja keras demi kemajuan sektor pertanian desa.
“Insya Allah ke depan hasilnya akan jauh lebih baik,” sebut dia.
Selain tanaman jagung, lahan yang dikelola Bumdes Desa Mepar juga dimanfaatkan untuk menanam terong, kangkung, bayam, sawi, dan berbagai jenis tanaman lainnya.
Faif Sundoyo berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian yang produktif.
"Melalui program tersebut, Desa Mepar diharapkan mampu memperkuat peran Bumdes sebagai penggerak utama ekonomi desa sekaligus mendukung visi Kabupaten Lingga dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal," tambahnya. (nurulamin.pro/Febriyuanda)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar