Bupati Aceh Selatan Pucat, Minta Maaf Usai Umrah Saat Bencana, Mirwan Khawatir Dipecat Prabowo

Bupati Aceh Selatan Dikritik Karena Pergi Umrah Saat Banjir

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan telah menimbulkan duka bagi ribuan warga. Banyak rumah terendam air, aktivitas masyarakat terganggu, dan pemerintah daerah dituntut untuk segera bertindak menghadapi situasi yang semakin memburuk. Namun, di tengah krisis tersebut, kepergian Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk menunaikan ibadah umrah memicu sorotan tajam dari publik.

Warga mulai mempertanyakan keberadaan pemimpin mereka saat daerah sedang dalam kondisi darurat. Mereka merasa kecewa karena bupati tidak hadir di tengah rakyatnya yang sedang berjuang menghadapi musibah. Kritik yang datang pun semakin deras, hingga akhirnya sebuah video singkat beredar yang berisi permohonan maaf dari sang bupati.

Permintaan Maaf Terbuka: "Dengan Kerendahan Hati..."

Dalam video yang diterima oleh media melalui tim medianya, Mirwan MS menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa tindakannya menimbulkan kegaduhan dan rasa kekecewaan di kalangan masyarakat.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Selain itu, ia juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh Selatan yang sedang berjuang melewati masa sulit akibat banjir.

Janji Bertanggung Jawab

Di momen itu, Mirwan menyadari bahwa kepergiannya menjadi pemicu polemik di tengah kondisi darurat daerah. Ia mengatakan bahwa ia menyadari bahwa kepergian dirinya di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional.

Ia kemudian menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab terhadap pemulihan pasca banjir di wilayahnya. Dalam pernyataannya, Mirwan menuturkan bahwa ia berjanji untuk tetap bekerja keras membangun kembali kepercayaan publik serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.

"Kami berjanji akan terus bekerja bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir. Tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik dan yang paling penting memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang," ujarnya.

Doa dan Harapan di Tengah Krisis

Di akhir pernyataannya, Mirwan MS memohon agar masyarakat terus diberikan kekuatan menghadapi musibah ini. Ia berdoa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada semua pihak.

Video permintaan maaf tersebut kini tersebar luas, memicu beragam reaksi. Beberapa masyarakat menerima klarifikasi itu, sementara yang lain masih menuntut evaluasi dan langkah nyata setelah badai kritik yang menerpa pimpinan daerah tersebut.

Prabowo Desak Pemecatan Mirwan

Dalam pengarahannya, Prabowo menekankan bahwa bupati dan wali kota bukan sekadar pejabat administratif. Menurutnya, mereka adalah "panglima terdepan" saat krisis melanda. Tak ada ruang untuk alasan, tak ada toleransi bagi mereka yang meninggalkan pos di saat situasi genting.

Dengan nada suara yang menggetarkan ruangan, Prabowo menyatakan bahwa ia tak ragu meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk mencopot setiap kepala daerah yang tak berada di wilayahnya saat rakyat sedang ditimpa musibah.

Analogi Militer: Meninggalkan Rakyat Sama dengan Desersi

Dengan latar belakang militernya yang kuat, Prabowo mengibaratkan tanggung jawab kepala daerah dengan disiplin seorang prajurit. Baginya, meninggalkan jabatan saat bahaya mengintai adalah tindakan yang tak bisa dimaafkan.

“Mendagri bisa ya diproses ini? Bisa ya? Itu kalau tentara itu namanya desersi itu. Dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Waduh, itu gak bisa tuh,” ujarnya.

Atmosfer ruang rapat seketika berubah hening. Setiap kata yang keluar terasa seperti ketukan palu, mengingatkan para pejabat bahwa jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan kewajiban yang harus dipikul penuh kesetiaan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan