
ACEH UTARA, berita
Pada hari Jumat (12/12/2025), Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, hadir di Desa Panteu Breueh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Ia mendengarkan keluhan para pengungsi korban banjir yang tinggal di lokasi tersebut.
Selain memberikan bantuan, ia juga mengarahkan tenaga medis untuk menerapkan sistem silang antar lokasi. Sistem ini bertujuan agar tenaga kesehatan bisa diterjunkan ke wilayah lain yang membutuhkan.
Para pengungsi menyampaikan beberapa keluhan, termasuk permintaan adanya petugas kesehatan yang bisa membantu pengobatan untuk penyakit seperti demam, batuk, flu, dan penyakit kulit. Mendengar hal itu, Bupati Ismail segera menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, untuk segera mengirimkan tenaga medis ke lokasi pengungsian.
Kehadiran Bupati dalam kunjungan tersebut membuat para kaum ibu yang hadir merasa senang dan percaya bahwa pemerintah akan segera menangani masalah yang mereka alami.
Bupati Ismail menjelaskan bahwa semua bantuan harus didistribusikan secara merata. Ia menyarankan kepada warga yang merasa kurang mendapatkan bantuan untuk segera melapor kepada keuchik (kepala desa) atau camat. Di kantor camat, kita akan siapkan distribusi bantuan agar merata, ujarnya.
Instruksi Tenaga Medis untuk Sistem Silang
Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan, termasuk dokter dan perawat, harus dikerahkan ke lokasi pengungsian. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, serta Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara telah diberi instruksi untuk melakukan hal tersebut.
Kita buat sistem silang, misalnya Puskesmas yang kondisinya sudah membaik, kerahkan tenaga kesehatannya ke lokasi pengungsi di kecamatan lain, jelas Bupati Ismail.
Dia menekankan bahwa semua keluhan korban banjir akan ditindaklanjuti. Saya pastikan semua keluhan saya tindaklanjuti. Tolong keuchik pro aktif menginformasikan ke camat, kalau camatnya tidak responsif, laporkan ke saya, saya pastikan beri sanksi, tambahnya.
Daerah Terdampak Banjir di Aceh
Sebagai informasi, banjir telah menggenangi 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Daerah yang terparah adalah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.
Bupati Ismail menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran. Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat ini.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Bupati Ismail, diharapkan kondisi para pengungsi korban banjir dapat segera pulih dan kembali normal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar