Bupati Andi Rudi Latif Tandatangani Kesepakatan, Tekankan Dukungan Pembangunan Makodam di Kalsel

Bupati Andi Rudi Latif Tandatangani Kesepakatan, Tekankan Dukungan Pembangunan Makodam di Kalsel

Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pembangunan Makodam di Kalimantan Selatan

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, telah menandatangani Kesepakatan Bersama antara Pangdam XXII Tambun Bungai dan Gubernur Kalimantan Selatan mengenai Pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam). Penandatanganan berlangsung di Gedung DR KH Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (10/12/2025).

Peristiwa ini menjadi tanda komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mendukung pembangunan Makodam di Kalimantan Selatan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI.

Kegiatan yang dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut melibatkan seluruh kepala daerah se-Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Danrem 101 Antasari, Sekdaprov Kalsel, pejabat utama TNI, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Agenda ini juga dirangkai dengan kesepakatan percepatan pembangunan fasilitas gerai pergudangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Makodam tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan hanya perjanjian administratif, melainkan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Makodam yang akan memperkuat struktur pertahanan di wilayah Kalsel. Ia menyampaikan bahwa langkah kolaboratif ini menjadi pondasi penting dalam menghadirkan pusat komando yang strategis dan responsif.

Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten kota. Ia menilai bahwa kolaborasi ini sangat penting dalam memastikan kelancaran pembangunan Makodam.

Rencana pembangunan Makodam akan diberi nama Lambung Mangkurat. Kehadiran markas baru ini diharapkan dapat mendorong penguatan keamanan regional sekaligus membuka ruang percepatan pembangunan di sektor lain.

Melalui penandatanganan ini, Bupati Tanah Bumbu menegaskan dukungan daerah terhadap pembangunan Makodam sebagai bagian dari kontribusi dalam menjaga stabilitas dan memperkuat koordinasi lintas sektor di Kalimantan Selatan. Pemerintah Tanah Bumbu berharap pembangunan tersebut berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

Manfaat Pembangunan Makodam untuk Wilayah Kalsel

Pembangunan Makodam di Kalimantan Selatan memiliki beberapa manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Peningkatan Keamanan Regional:
    Makodam akan menjadi pusat komando yang mampu merespons ancaman keamanan secara lebih cepat dan efektif. Hal ini akan memperkuat sistem pertahanan wilayah dan menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat.

  • Pengembangan Ekonomi Lokal:
    Proyek pembangunan Makodam juga akan memberikan peluang bagi pengembangan ekonomi lokal, terutama melalui pembangunan fasilitas pendukung seperti gerai pergudangan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Ini akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian daerah.

  • Koordinasi Lintas Sektor:
    Pembangunan Makodam akan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait. Kolaborasi ini akan memastikan bahwa semua pihak bekerja sama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan wilayah.

  • Peningkatan Infrastruktur:
    Proyek ini juga akan berdampak pada peningkatan infrastruktur di sekitar lokasi Makodam. Perbaikan jalan, listrik, dan fasilitas umum akan dilakukan untuk mendukung operasional makodam.

Tantangan dan Langkah Strategis

Meskipun pembangunan Makodam memiliki potensi besar, beberapa tantangan juga harus dihadapi. Di antaranya adalah:

  • Pemenuhan Anggaran:
    Pembangunan makodam membutuhkan anggaran yang cukup besar. Oleh karena itu, perlu adanya alokasi dana yang jelas dan transparan dari pemerintah daerah dan pusat.

  • Partisipasi Masyarakat:
    Partisipasi aktif masyarakat setempat sangat penting dalam proses pembangunan. Diperlukan sosialisasi yang intensif agar masyarakat memahami manfaat dan tujuan dari proyek ini.

  • Kesiapan Sumber Daya Manusia:
    Persiapan sumber daya manusia yang memadai, termasuk tenaga teknis dan administratif, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran pembangunan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan