
Bupati Gorontalo Utara Buka Lomba Cerdas Cermat dalam Rangka Hari Anti Korupsi Sedunia
Bupati Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu secara resmi membuka lomba cerdas cermat yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya anti korupsi dan menanamkan nilai-nilai kejujuran serta transparansi sejak dini.
Lomba tersebut diikuti oleh 11 tim yang masing-masing merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan digelar di aula Gerbang Emas Kantor Bupati Gorontalo Utara pada Rabu, 10 Desember 2025. Acara ini menjadi momen penting dalam upaya memperkuat gerakan anti korupsi di tingkat masyarakat.
Tujuan dan Makna Acara
Bupati Thariq Modanggu menjelaskan bahwa lomba cerdas cermat bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang penting bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa korupsi dapat merusak perkembangan negara dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar generasi muda dapat diberikan pendidikan yang cukup untuk memahami dampak buruk dari tindakan korupsi.
Lomba ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas sejak dini, ujar Bupati Thariq Modanggu, yang juga suami dari Mariyati Modanggu Mohamad.
Peran Dinas Pemuda dan Olahraga
Plt. Kepala Dinas Dispora Gorontalo Utara, Yusuf Harun, menyampaikan bahwa lomba cerdas cermat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan anti korupsi. Ia berharap melalui acara ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga integritas dan bersama-sama menciptakan Kabupaten Gorontalo Utara yang bebas dari korupsi.
Kita berharap bahwa melalui acara ini, kesadaran masyarakat akan semakin tinggi dan bersama-sama kita bisa menciptakan Kabupaten Gorontalo Utara yang bebas dari korupsi, katanya.
Materi yang Dipertandingkan
Lomba cerdas cermat ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gorontalo Utara. Materi yang dipertandingkan mencakup topik tentang anti korupsi, peraturan perundang-undangan terkait, serta sejarah dan dampak korupsi di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta tentang isu korupsi dan bagaimana cara mencegahnya.
Setiap tim terdiri dari tiga orang peserta yang merupakan perwakilan atau aparat desa berprestasi dari masing-masing kecamatan. Peserta diharapkan dapat menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan serta kemampuan berpikir kritis dan cepat dalam menjawab pertanyaan.
Kesimpulan
Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya anti korupsi. Dengan melibatkan generasi muda dan aparat desa, diharapkan adanya perubahan positif dalam budaya masyarakat Gorontalo Utara. Melalui pendidikan dan kesadaran yang baik, masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar