Bupati Jember Gus Fawait Bawa Tenda Sendiri Saat Blusukan


JEMBER, berita
Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan kunjungan ke desa-desa dengan membawa tenda dan perlengkapan menginap. Tujuannya adalah agar tidak memberatkan pemerintah desa setempat dalam menyediakan fasilitas.

Sejak lama, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini rutin turun langsung ke desa-desa dan kelurahan untuk bertemu warga dan mendengar aspirasi mereka secara langsung. Salah satu bentuk pendekatan tersebut adalah melalui program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku).

Program Bunga Desaku yang digagas oleh Gus Fawait bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di pelosok desa secara langsung. Berbeda dari kunjungan kerja biasa, pria yang dikenal sebagai Gus Fawait ini menginap di desa tujuan dan membawa semua perlengkapan sendiri. Dalam program tersebut, ia juga mengajak jajaran OPD Pemkab Jember.

Gus Fawait menjelaskan bahwa penggunaan tenda dalam kegiatan Bunga Desaku bukan hanya simbolis, tetapi dilakukan agar tidak membebani pemerintah desa dan warga setempat dalam penyediaan fasilitas tempat kerja.

Kami bawa tenda supaya tidak merepotkan pemerintah setempat atau masyarakat setempat, ujar Gus Fawait saat berbincang dengan tim Ekspedisi Nusaraya berita, Senin (1/12/2025).

Pendekatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meminimalkan persiapan yang harus dilakukan pemerintah desa. Sehingga, mereka bisa fokus pada pelayanan dan aspirasi warga, bukan memfasilitasi kedatangan tamu pemkab.

Momen blusukan dengan berkantor sehari semalam di satu desa, dimanfaatkan seoptimal mungkin. Politisi Gerindra itu bertemu dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat, komunitas, pegiat wisata, kelompok tani, guru ngaji, kelompok pengajian, hingga anak-anak.

"Kami lebih banyak mendengar mereka dan kami memberikan sosialisasi kepada mereka terkait program-program pemerintah daerah dan pusat," kata Gus Fawait.

Pendekatan kerja di tenda tersebut sekaligus menjadi simbol kedekatan antara pemimpin daerah dengan rakyatnya. Gus Fawait bersama jajaran OPD berdialog langsung untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Dalam setiap pelaksanaan Bunga Desaku, ribuan warga berkesempatan mengakses layanan administrasi kependudukan, pembuatan izin usaha, hingga pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten.

Pemkab Jember mencatat bahwa Bunga Desaku yang diluncurkan sejak Mei 2025 telah menghadirkan puluhan jenis layanan publik di lokasi pelaksanaan. Di antaranya, layanan administrasi kependudukan, UMKM, kesehatan, dan sosialisasi program pemerintah, serta dipadukan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat setempat setiap bulannya.

Dengan model pelayanan itu, Gus Fawait berharap dapat mempercepat pemerataan layanan publik dan menguatkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan visi "Jember Baru, Jember Maju".

Selain itu, blusukan langsung ke desa dan kelurahan menjadi cara Gus Fawait untuk mendekatkan diri antara pemimpin dengan rakyatnya. Menurutnya, selama ini hubungan antara pemerintahan dengan masyarakat cukup jauh, begitu pun sulitnya rakyat ketika ingin berbincang langsung dengan bupatinya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan