
KEBUMEN, nurulamin.pro — Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan hadir secara penuh dalam pendampingan keluarga korban tragedi keluarga yang mengguncang Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan.
Diberitakan sebelumnya, desa tersebut geger usai seorang ibu dan balitanya ditemukan tergantung di dalam rumah. Anak sulungnya selamat dan saat ini dalam pendampingan intensif.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani telah mengunjungi rumah duka dan memastikan pendampingan anak korban yang selamat dari tragedi gantung diri dilakukan secara maksimal.
Dalam keterangan resminya yang diterima nurulamin.pro pada Senin (12/1/2026), Bupati Lilis menegaskan bahwa negara tidak boleh absen ketika warganya menghadapi situasi paling sulit.
Pemkab Kebumen, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari bantuan darurat, pendampingan psikologis, hingga jaminan pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan anak korban.
“Pemerintah hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak berjalan sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Yang terpenting, anak yang selamat harus mendapatkan rasa aman dan masa depan yang baik,” ujar Bupati Lilis dalam keterangan resminya.
Bupati Buka Lapangan Kerja untuk Wali AZ
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ (8), anak almarhumah yang berhasil menyelamatkan diri.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kebumen juga menawarkan kesempatan kerja kepada paman dan bibi AZ (8) agar memiliki penghasilan tetap sehingga dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak di lingkungan yang aman dan stabil.
Selain itu, Pemkab Kebumen akan melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera guna memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran, khususnya bagi keluarga dengan kerentanan ekonomi dan sosial.
Pendampingan Psikososial
Sejalan dengan arahan Bupati, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen telah melakukan pendampingan psikososial sejak Rabu (7/1/2026).
Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi Lestari, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah anak melalui komunikasi ringan dan permainan.
“Anak menunjukkan tanda-tanda trauma, seperti ketakutan terhadap orang asing. Kami juga membekali keluarga besar agar tidak mengulang cerita peristiwa di depan anak demi menjaga kondisi psikologisnya,” jelas Arum.
Dugaan Penyebab Tragedi
Sementara itu, Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani membenarkan adanya peristiwa meninggalnya seorang ibu dan anak balitanya di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, peristiwa itu diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama.
“Informasi yang kami peroleh, korban telah ditinggal suami selama kurang lebih dua tahun. Anak sulungnya berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada kerabat,” ujar Iptu Walali.
Ia juga mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah korban meninggal dunia lebih dari dua orang adalah tidak benar.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga korban.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu dan anak balitanya ditemukan tergantung di dalam rumah pada Selasa (6/1/2026). Sementara itu, satu anaknya yang berumur 8 tahun berhasil menyelamatkan diri setelah diduga juga diajak gantung diri.
"Setelah kami mendapatkan laporan kami mengecek ke lokasi, ternyata yang meninggal ada 2 orang yaitu ibu dan anak balita," kata Iptu Saebani.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar