Bus Trans Lintasi Banyumas Selatan, Terhubung ke Kota Lama

Bus Trans Lintasi Banyumas Selatan, Terhubung ke Kota Lama

Perluasan Layanan Trans Banyumas untuk Meningkatkan Akses dan Mobilitas

Layanan transportasi publik Trans Banyumas kini siap memperluas jangkauannya. Dengan perluasan ini, antarwilayah di Kota Satria akan semakin terhubung melalui jaringan angkutan yang menawarkan tarif murah. Mulai 1 Januari 2026, Bus The Service Transit (BTS) akan melayani rute baru menuju wilayah Banyumas selatan dan kawasan wisata Kota Lama.

Ekspansi layanan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan jumlah penumpang pada tahun depan. Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menyampaikan bahwa pembukaan trayek baru ini dilakukan tanpa tambahan anggaran. Sebanyak delapan unit bus akan dioperasikan dengan memanfaatkan armada dari Koridor 3A dan 3B.

"Mulai Januari 2026, Trans Banyumas akan menjangkau masyarakat hingga Kecamatan Banyumas dan kawasan Kota Lama. Kami sudah survei dan 95 persen masyarakat di rute itu merasa terlayani, dengan load factor 75 - 80 persen," ujarnya dalam acara syukuran 4 tahun Trans Banyumas.

Rute baru ini berangkat dari Terminal Bulupitu, menuju Suwatio, Berkoh, hingga Pekaja. Bus kemudian melaju ke Kecamatan Kalibagor, Alun-alun Banyumas, Terminal Kejawar, kawasan Kota Lama Banyumas, dan kembali menuju Pekaja. Setelah itu armada bergerak ke arah Sultan Agung di depan Depo Pelita sebelum kembali ke Terminal Bulupitu. Selanjutnya bus berlanjut ke pusat kota, melewati MAN 2 Purwokerto, Berkoh, dan berakhir di Bulupitu.

Rute ini ditetapkan sebagai Koridor 4: Terminal Bulupitu Banyumas Kota Lama Kebondalem, yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026.

Lima Koridor Trans Banyumas Tahun 2026

Dengan penambahan koridor ini, Trans Banyumas akan mengoperasikan lima layanan pada 2026, yaitu:

  1. Koridor 1: Terminal Ajibarang Pasar Pon
  2. Koridor 2: Terminal Notog Terminal Baturraden
  3. Koridor 3A: Terminal Bulupitu Terminal Kebondalem
  4. Koridor 3B: Terminal Bulupitu Terminal Kebondalem
  5. Koridor 4: Terminal Bulupitu Banyumas Kota Lama Kebondalem

Trans Banyumas merupakan bagian dari program nasional Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan RI, dengan operator pelaksana PT Banyumas Raya Transportasi. Layanan ini mulai beroperasi pada 5 Desember 2021, saat pandemi Covid-19. Uniknya, Trans Banyumas adalah gabungan operator angkutan lokal Banyumas yang sudah merintis layanan sejak 1980.

Mereka merupakan pelaku transportasi yang bertahun-tahun mengisi kekosongan moda angkutan ketika pemerintah belum menyediakan layanan publik yang memadai. Beberapa operator yang tergabung dalam konsorsium antara lain: PT Amanat Jaya, PT Nur Putra Jaya, KOPERADES, KORATA, KSU Mandiri, PT Budi Jaya Transport, Berkah Alam Sumber Sejahtera, KSU Trans Banyumas, PT Jaya Mandiri Transportasi, PT Asli Putra Pribumi, PT Aries Muda Sejahtera, dan PT Teguh Muda Abadi.

Pertumbuhan Penumpang dan Target Tahun 2026

Sejak beroperasi, jumlah penumpang Trans Banyumas mencatat tren dinamis:

  • 2022: 2.056.795 penumpang (1 koridor)
  • 2023: 1.892.645 penumpang (3 koridor, mulai berbayar 22 Oktober 2023: Rp 3.900 umum / Rp 2.000 khusus)
  • 2024: 1.646.801 penumpang (4 koridor)
  • 2025 per 30 November: 1.808.000 penumpang

Semester I sempat turun karena banyak hari libur. Semester II naik signifikan, akhir Oktober 2025 hampir menyamai total penumpang 2024. Target akhir 2025: 1.900.000 penumpang.

Tahun 2026 pemerintah menargetkan 2.200.000 penumpang, didukung dengan pembukaan Koridor 4, peralihan sebagian armada Koridor 3, serta rencana penyesuaian tarif menjadi Rp 5.000 (umum) dan Rp 3.000 (khusus).

Peran Trans Banyumas dalam Mobilitas Warga

Selama ini Trans Banyumas berperan sebagai tulang punggung mobilitas warga, terhubung dengan Terminal Bulupitu, Kebondalem, Notog, Baturraden, Ajibarang hingga Pasar Pon. Dengan hadirnya koridor baru menuju Kota Lama, layanan Trans Banyumas diharapkan tidak hanya memperluas akses angkutan publik, tetapi juga mendukung pengembangan wisata Banyumas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan