
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (BWS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu inisiatif terbaru yang dilakukan adalah kegiatan Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan yang diselenggarakan oleh Kantor Cabang Madiun di SMPN 14 Madiun pada Jumat, 7 November 2025.
Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, bekerja sama dengan Laras Inggridita dan Maria Christin, dua Funding Officer sekaligus narasumber. Dalam sesi tersebut, sekitar 60 pelajar dan perwakilan guru diberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya menabung sejak dini, cara sederhana mengelola uang saku, serta pengenalan produk tabungan pelajar dan layanan perbankan yang aman.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada fitur dasar aplikasi mobile banking BWS, sebagai bagian dari edukasi mengenai ekosistem perbankan digital. Meskipun mereka belum dapat memanfaatkan layanan tersebut karena batasan usia, edukasi ini menjadi langkah awal untuk membuka wawasan tentang teknologi perbankan modern.
Tujuan Utama Program Literasi Keuangan
Upaya BWS selaras dengan agenda nasional dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan Indonesia baru mencapai 66,46%, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 80,51%. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap produk keuangan sudah cukup luas, pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan finansial masih perlu diperkuat.
Pelajar dipandang sebagai kelompok strategis yang perlu mendapat edukasi sejak dini agar kesenjangan tersebut dapat diperkecil dalam beberapa tahun mendatang. Corporate Secretary BWS, Wuryanto, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Menurut dia, pemahaman finansial tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, sehingga edukasi harus dilakukan sejak usia sekolah.
“Anak-anak adalah calon pengambil keputusan finansial di masa depan. Ketika mereka mengenal konsep menabung, memahami cara kerja bank, dan mengetahui pentingnya mengelola uang, mereka sedang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik. BWS ingin hadir di ruang itu, mendampingi mereka dengan cara yang sederhana namun bermakna,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program Edukasi BWS di Sekolah dan Kampus
Program literasi dan inklusi keuangan di Madiun juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi BWS sepanjang tahun. BWS tercatat aktif menggelar sosialisasi serupa di sejumlah sekolah dan kampus, termasuk program “BWS Goes to Campus” yang memperkenalkan manajemen keuangan dan layanan perbankan digital kepada mahasiswa.
Selain itu, BWS rutin mengadakan pelatihan literasi keuangan bagi pelaku UMKM, mulai dari pencatatan kas sederhana hingga pemanfaatan layanan pembayaran digital. Perseroan juga gencar melakukan edukasi keamanan transaksi untuk mencegah maraknya penipuan digital yang menyasar masyarakat.
Pemahaman Finansial yang Lebih Luas
Wuryanto menambahkan bahwa literasi keuangan bukan hanya soal memahami produk perbankan, tetapi juga membangun kemampuan membuat keputusan finansial yang bijak. “Kami ingin masyarakat, termasuk pelajar, memahami bagaimana uang bekerja dan bagaimana keputusan kecil hari ini dapat berpengaruh besar di masa depan. Itu sebabnya BWS menghadirkan edukasi yang mudah dimengerti, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.
Melalui program-program ini, BWS berharap pelajar dan masyarakat di Madiun dapat lebih memahami pentingnya perencanaan finansial serta lebih berani memanfaatkan layanan perbankan secara sehat dan bertanggung jawab.
Komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan BWS kepada para pelajar menjadi aksi nyata komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perseroan kepada masyarakat. Sebagai lembaga keuangan, BWS tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas literasi keuangan, sebagai fondasi kemandirian dan kesejahteraan finansial.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar