Cagliari vs AC Milan, Gol Bernilai Rp1,2 Triliun Bawa Rossoneri Menang

Cagliari vs AC Milan, Gol Bernilai Rp1,2 Triliun Bawa Rossoneri Menang

AC Milan Kembali Tunjukkan Mental Juara di Serie A

AC Milan kembali menunjukkan mental juara mereka di Serie A Italia. Pada laga yang digelar di markas Cagliari pada Sabtu dini hari (3/1/2026), Rossoneri berhasil meraih kemenangan tipis 1-0. Hasil ini menjadi bukti bahwa tim asuhan Stefano Pioli tetap tangguh dalam menghadapi lawan-lawan berat.

Gol penentu kemenangan berasal dari Rafael Leao, pemain bernilai pasar fantastis sebesar Rp1,2 triliun. Gol ini tidak hanya membawa tiga poin penting bagi AC Milan, tetapi juga memperkuat posisi Leao sebagai salah satu pemain terbaik di Serie A.

Babak Pertama: Permainan Terstruktur dan Tahan Tekanan

Sejak menit awal, Cagliari tampil tanpa rasa takut meskipun menghadapi pemuncak klasemen. Beberapa peluang sempat tercipta melalui Matteo Prati dan Marco Palestra, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat tuan rumah gagal memanfaatkan momentum.

Di sisi lain, AC Milan bermain lebih sabar dan terstruktur. Luka Modric dan Adrien Rabiot menjadi motor pengatur tempo di lini tengah, sementara Rafael Leao dan Alexis Saelemaekers mencoba membuka ruang dari sisi sayap. Hingga turun minum, skor tetap imbang 0-0 meski Milan unggul tipis dalam penguasaan bola.

Gol Bernilai Rp1,2 Triliun

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50. Bermula dari kerja sama rapi di lini tengah, Adrien Rabiot mengirimkan umpan matang ke ruang kosong yang langsung disambar Rafael Leao. Dengan ketenangan khas penyerang elite, Leao melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung kiper Cagliari, Elia Caprile.

Gol ini bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi juga penegas status Leao sebagai salah satu pemain paling berharga di Serie A. Dengan nilai pasar Rp1.216,71 miliar, kontribusi sang winger Portugal kembali membuktikan bahwa harga mahalnya sepadan dengan dampak di lapangan.

Tekanan Cagliari dan Solidnya Barisan Belakang Milan

Tertinggal satu gol, Cagliari meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Leonardo Pavoletti dan Gianluca Gaetano memberi warna berbeda di lini depan. Beberapa kali Milan harus bertahan total, terutama di 20 menit terakhir. Namun, solidnya barisan belakang Rossoneri yang dikomandoi Mike Maignan membuat setiap peluang Cagliari mentah.

AC Milan bahkan nyaris menambah gol lewat Christian Pulisic dan Davide Bartesaghi, tetapi Caprile tampil gemilang di bawah mistar. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Rosario Abisso pada menit 90+5, skor 0-1 tak berubah.

Statistik Kunci Laga Cagliari vs AC Milan

  • Skor akhir: Cagliari 0-1 AC Milan
  • Pencetak gol: Rafael Leao (50’)
  • Penguasaan bola: 45% – 55%
  • Peluang emas: AC Milan lebih efektif
  • Kartu kuning: 5 (Cagliari 3, AC Milan 2)

Statistik ini menunjukkan dominasi Milan bukan dari jumlah serangan, melainkan efisiensi dan kualitas penyelesaian akhir.

Dampak di Klasemen Serie A

Kemenangan ini membuat AC Milan semakin kokoh di puncak klasemen dengan 38 poin dari 17 pertandingan, unggul atas Inter dan Napoli. Konsistensi menjadi kunci Rossoneri musim ini, terutama saat menghadapi tim papan bawah yang kerap menjebak.

Sebaliknya, Cagliari masih tertahan di peringkat ke-14 dengan 18 poin. Meski kalah, performa mereka patut diapresiasi karena mampu merepotkan tim sekelas AC Milan.

Profil Rafael Leao yang Menjadi Sorotan

Profil Rafael Leao kembali jadi sorotan. Penyerang berusia 26 tahun ini bukan hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kecerdasan membaca ruang. Gol ke gawang Cagliari mempertegas perannya sebagai pembeda di laga-laga krusial.

Dengan kontrak hingga 2028 dan nilai pasar tertinggi di skuad Milan, Leao kini menjadi simbol ambisi Rossoneri untuk terus berjaya di Serie A dan Eropa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan