Cahaya Baru Menghidupkan Harapan Warga Fakfak

Perubahan Besar dalam Kehidupan Keluarga Arobi

Pada suatu pagi di Fakfak, Papua Barat, rumah kayu sederhana milik Arobi Namudat, 66 tahun, tampak lebih hidup dari biasanya. Untuk pertama kalinya, cahaya lampu putih menerangi ruang tamu yang beralas papan. Pantulan cahaya di dinding kayu tua dan foto-foto keluarga yang tersusun rapi menciptakan suasana hangat.

Perubahan besar ini terjadi setelah keluarga Arobi akhirnya mendapatkan akses listrik. Sebelumnya, mereka hidup tanpa sambungan listrik sama sekali. Perubahan ini menjadi momen penting bagi keluarga yang selama bertahun-tahun tinggal di lingkungan yang tidak memiliki fasilitas dasar seperti listrik.

Program BPBL Berdampak Nyata

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun anggaran 2025 menjadi kunci perubahan ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara langsung meresmikan penyalaan pertama program ini di Kabupaten Fakfak. Momentum ini menandai awal dari upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 100 persen di seluruh wilayah Indonesia.

Di balik acara tersebut, terdapat kisah tak terduga yang menghubungkan Menteri Bahlil dengan salah satu warga penerima manfaat. Saat berkeliling menyapa warga, langkah Bahlil terhenti ketika melihat seorang pria yang ia kenal. Robi? Rumahmu di sini sekarang? tanya Bahlil dengan nada hangat.

Pria itu adalah Arobi, sosok penting dalam perjalanan karier Bahlil. Keduanya kemudian berpelukan seperti sahabat lama yang bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah. Di hadapan warga, Bahlil mengenang masa mudanya saat ia masih menjadi kondektur di Terminal Tumburuni, Fakfak. Dahulu, saya kondektur dan Pak Robi ini sopirnya. Sekarang kondekturnya sudah jadi Menteri, ujarnya sambil tersenyum, disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Upaya Pemerintah dalam Elektrifikasi

Arobi merupakan salah satu dari 500 keluarga penerima manfaat BPBL di Kabupaten Fakfak. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan memberikan akses listrik yang layak kepada masyarakat.

Bahlil dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Fakfak menikmati akses listrik yang layak. Target kami, tahun 2027 seluruh kampung di Fakfak harus terang. Tidak boleh ada generasi yang tumbuh tanpa listrik atau hidup dengan listrik yang sering padam seperti dulu, tegasnya.

Program BPBL disebut Bahlil sebagai langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu. Program ini menyasar warga yang belum memiliki biaya pasang baru meski rumah mereka berada pada jaringan PLN.

Pentingnya Pengawasan Program

Masyarakat diimbau untuk melaporkan dugaan penyelewengan, pemerasan atau penyalahgunaan Program BPBL melalui Contact Center ESDM 136. Hal ini dilakukan agar program dapat berjalan secara transparan dan efektif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan