Menteri Sosial Gus Ipul Hadiri Acara Graduasi KPM PKH dan Sembako

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau dikenal dengan Gus Ipul hadir dalam acara graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako di Aula Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos RI, Jakarta, Senin (8/12). Acara ini bertajuk "Berani Graduasi: Siap Mewujudkan Generasi Indonesia Emas" dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Wamensos Agus Jabo Priyono.
Gus Ipul menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tugas para menteri adalah membantu presiden dalam mengeksekusi visi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak atas harus dijaga, tengah difasilitasi, dan yang bawah dibela.
Acara dimulai dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan. Para siswa mempersembahkan tarian nusantara, pencak silat, paduan suara, hingga pidato dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Presiden ingin agar KPM memiliki semangat graduasi, untuk naik kelas dan meningkatkan kesejahteraannya tanpa tergantung pada bantuan sosial. Kepala Negara telah membentuk Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, yang secara khusus bertugas mengkoordinasikan, mensinkronkan, dan merumuskan kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat.
"Kemenko Pemberdayaan Masyarakat ini sebenarnya bagian dari yang bawah ini, membela yang di bawah, mengafirmasi yang di bawah. Dan Bapak-Ibu sekalian, tentu ini adalah kerja besar, yang harus kita kerjakan secara bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga semangat penerima manfaat," ujar Gus Ipul.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Gus Ipul menjelaskan bahwa penerima bansos mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN merupakan basis data nasional berbasis digital yang berisi informasi sosial, ekonomi, dan demografi seluruh penduduk Indonesia yang telah diurutkan mulai dari desil 1 sampai desil 10.
"Data itu sudah memberikan perangkingan, yang mengelola BPS, dari desil 1 sampai desil 10. Yang diberi bantuan itu adalah desil 1 sampai 4, setelah desil 4 naik jadi graduasi. Nanti programnya program pemberdayaan, yang lebih besar daripada hanya menerima Bansos," jelas Gus Ipul.
Proses Graduasi KPM
Pada kesempatan ini, Gus Ipul secara langsung menggraduasi 133 KPM yang hadir memakai toga. Satu persatu KPM dipanggil dan menuju ke atas panggung, Gus Ipul secara simbolis memindahkan tali toga dari kiri ke kanan sebagai simbol KPM telah digraduasi.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan amanat dan membuktikan berbagai terobosan dalam percepatan pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui perubahan paradigma ke pemberdayaan.
"Terobosan-terobosan itu banyak sekali, mulai dari Sekolah Rakyat, Koperasi Desa, program-program bantuan langsung tunai sementara. Juga perubahan-perubahan cara membangun sebuah bangsa, perubahan-perubahan ini adalah bagian dari percepatan sekaligus arah baru, strategi baru di dalam membangun bangsa kita," kata Cak Imin.
Lebih lanjut, Ia menuturkan pembangunan harus tepat sasaran sehingga berdampak. Pembangunan nasional bertujuan menciptakan keadilan dan kesejahteraan, yang wujudnya adalah kemandirian dan keberdayaan.
"Sehingga menjadi individu-individu yang terus meningkatkan produktivitasnya menjadi warga bangsa yang kuat dan mandiri. Karena itu saya sangat senang dengan slogan 'Bansos Sementara, Berdaya Selamanya," tuturnya.
Hadir dalam acara ini Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Anggota Komisi VIII DPR RI Erwin Aksa, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah, Plt. Direktur Utama PT. Pos Indonesia Haris serta stakeholder lainnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar