Daftar Lima Calon Ketua PKB Sulsel yang Akan Mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan
Pemilihan ketua DPW PKB Sulawesi Selatan akan segera memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan. Sebanyak lima nama calon telah ditetapkan oleh DPP PKB, yang akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam menentukan sosok yang akan memimpin partai di wilayah tersebut.
Daftar Nama-Nama yang Ditetapkan
Ketua PKB Sulsel saat ini, Azhar Arsyad, tidak hanya menjadi satu-satunya kandidat, tetapi juga salah satu dari lima nama yang akan mengikuti proses seleksi. Selain Azhar, ada empat nama lainnya yang terpilih, yaitu:
- Syamsu Rizal MI (Deng Ical) – anggota DPR RI sekaligus ketua LPP PKB Sulsel.
- Fadilah Fahriana – anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilihan Sulsel III.
- Zulfikar Limolang – ketua fraksi PKB DPRD Sulsel dari Dapil Sulsel XI.
- Muhammad Haekal – sekretaris DPW PKB Sulsel.
Menurut Muhammad Haekal, sekretaris DPW PKB Sulsel, penetapan lima nama tersebut merupakan hasil dari penilaian kinerja oleh DPP PKB. Proses ini dilakukan tanpa voting, dan peserta Muswil VI menyepakati bahwa tidak akan ada penambahan nama lain.
Alasan Penetapan Lima Nama
Haekal menjelaskan bahwa meskipun beberapa peserta mengusulkan cukup satu nama, tata tertib menyebutkan bahwa minimal harus ada tiga dan maksimal lima calon. Oleh karena itu, lima nama tersebut ditetapkan sebagai kandidat resmi.
Proses selanjutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan oleh DPP PKB. Setelah itu, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan menentukan siapa yang akan menjadi ketua PKB Sulsel terpilih.

Profil Singkat Para Calon
Azhar Arsyad
Azhar Arsyad lahir di Ujung Pandang pada 1 September 1967. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 38 Parepare, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Kendari dan Madrasyah Aliyah Negeri Makassar. Setelah lulus SMA, ia memilih Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan meraih gelar sarjana pada tahun 1992.
Karier profesional Azhar dimulai sebagai Manajer Pemasaran PT UMITOHA Grafika dari tahun 1994 hingga 1997. Ia kemudian aktif dalam pemberdayaan masyarakat dengan menjadi Direktur Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) pada periode 2000–2003.
Selama masa yang sama, ia juga terlibat dalam jaringan organisasi masyarakat sipil sebagai Wakil Ketua Dewan Etik Asosiasi LSM se-Sulawesi Selatan dan Koordinator FIK ORNOP Sulsel (2003–2006).
Pengalaman internasional diperolehnya ketika menjadi Provincial Coordinator DBE3-USAID (2005–2011), disusul perannya sebagai Project Officer Cowater International Inc untuk program SIPS–CIDA KPK di Sulawesi Selatan (2012–2013).
Azhar memasuki dunia politik elektoral dan terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Dapil IX (Pinrang, Sidrap, Enrekang) pada Pemilu 2019. Pada tahun yang sama, ia kembali melanjutkan pendidikan magister ilmu hukum di UMI dan lulus pada 2022.
Pada 2021, Azhar dipercaya memimpin DPW PKB Sulawesi Selatan untuk periode 2021–2026. Sejak memimpin PKB, azhar berhasil menaikkan kursi PKB dari tiga pada pemilu 2014 menjadi delapan pada Pemilu 2019 dan 2024 lalu.
Kiprahnya di partai politik melengkapi rekam jejak panjangnya di organisasi, mulai dari Ketua Cabang PMII Kodya Makassar, Pucuk Pimpinan Ikatan Mahasiswa DDI, hingga salah satu deklarator dan Wakil Sekretaris DPW PKB Sulsel.
Azhar Arsyad maju sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Selatan mendampingi Moh. Ramdhan Pomanto dalam Pilgub Sulsel 2024 dengan nomor urut 1.
Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim (Deng Ical)
Syamsu Rizal lahir di Selayar pada 30 Juni 1973. Ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Makassar sejak 8 Mei 2014 mendampingi Danny Pomanto. Pada Pilwalkot Makassar 2013, Deng Ical—yang diusung Partai Demokrat dan PBB—memenangkan kontestasi dengan meraih 31,18 persen suara atau 182.484 suara, mengungguli sembilan kandidat lainnya.
Dikenal sebagai figur muda yang dekat dengan aktivitas sosial, Deng Ical kerap hadir dalam berbagai aksi kemanusiaan. Citra tersebut melekat karena sejak mahasiswa ia aktif berorganisasi di lembaga kemahasiswaan, kepemudaan, profesi, hingga komunitas kemasyarakatan.
Pengalamannya inilah yang membuatnya dekat dengan berbagai elemen pemuda di Kota Makassar. Selain menjalankan tugas sebagai wakil wali kota, Deng Ical juga seorang dosen. Ia rutin tampil dalam seminar, diskusi, dan forum akademik, baik sebagai pembicara maupun peserta. Gaya komunikasinya dikenal lugas dan penuh energi.
Dalam sejumlah kesempatan, Deng Ical mengaku berasal dari keluarga sederhana. Ia tak pernah membayangkan menjadi wakil wali kota. Terinspirasi oleh ayahnya, Drs. Marzuki Ibrahim, yang sering berceramah, ia sempat bercita-cita menjadi ustaz. Cita-cita itu kemudian bergeser menjadi insinyur, wartawan, dan terakhir guru.
Karier politik Deng Ical berkembang pesat. Dengan modal pengalaman organisasi dan kedekatannya dengan masyarakat, ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Makassar periode 2004–2009. Meski tidak kembali duduk di parlemen pada periode berikutnya, ia justru mendapat amanah lebih besar sebagai Ketua PMI Kota Makassar—amanah yang masih diembannya hingga kini.
Riwayat Pendidikan: - SD Inpres Benteng I Selayar dan MI Muhammadiyah (1979–1985) - SLTP Negeri 1 Ujung Pandang (1985–1988) - SLTA Negeri 9 Ujung Pandang (1988–1991) - S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Hasanuddin (1991–1997) - Magister Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar - Doktor Manajemen Kebijakan Publik, Universitas Negeri Makassar (2010)
Fadilah Fahriana
Fadilah Fahriana adalah anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilih Sulsel III. Pada pemilu 2024 lalu, Fadillah memperoleh 28.408 suara dari Kabupaten Gowa dan Takalar. Ia adalah istri dari Hengki Yasin, wakil bupati Takalar saat ini.
Fadilah menjabat sebagai Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Sulawesi Selatan, badan otonom PKB.
Zulfikar Limolang
Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang adalah anggota DPRD Sulsel dari Dapil Sulsel XI. Saat pemilu 2024 lalu, Zulfikar meraih 25.622 suara. Pria kelahiran Ujung Pandang, 25 Januari 1980 ini pernah memimpin Garda Bangsa, badan otonom PKB. Saat ia menjabat wakil ketua Komisi B DPRD Sulsel.
Muhammad Haekal
Sekretaris PKB Sulsel, Muhammad Haekal adalah pria kelahiran Palopo 45 tahun lalu. Ia lahir di Desa Bassiang, Kecamatan Ponrang Selatan, Luwu. Pada tahun 2019 lalu, ia pernah memimpin PKB Luwu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar