Calon Ibu di Jombang Dapat Edukasi Spiritual dan Tanggung Jawab Kehamilan

Calon Ibu di Jombang Dapat Edukasi Spiritual dan Tanggung Jawab Kehamilan

Penyuluhan Agama untuk Meningkatkan Kesadaran Ibu Hamil di Desa Pucangsimo

Di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, upaya meningkatkan kesadaran calon ibu terhadap syariat Islam dalam proses kehamilan terus dilakukan melalui penyuluhan agama. Kegiatan ini digelar di Posyandu Dusun Simo pada Jumat (12/12/2025) dan diikuti sekitar 15 ibu hamil dari berbagai wilayah desa.

Penyuluhan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Bandarkedungmulyo, Qurrotul Aini, yang memberikan penjelasan penting tentang menyusui sebagai bagian dari perintah agama. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Quran disebutkan bahwa masa mengandung dan menyapih adalah 30 bulan. Hal ini menjadi dalil kuat tentang pentingnya menyusui sekaligus bentuk pengorbanan seorang ibu yang bernilai pahala.

Menurut Aini, pemahaman spiritual ini diharapkan mampu mendorong para calon ibu menjalani masa menyusui dengan penuh keikhlasan. Selain itu, pengetahuan tersebut juga menjadi pengingat bagi anak agar senantiasa berbakti kepada orang tua. Menyusui bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga ibadah yang memiliki dimensi pahala, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aini juga menyoroti persoalan menyusui anak yang bukan kandung. Ia mengingatkan bahwa tindakan spontan memberikan ASI kepada anak orang lain dapat menimbulkan konsekuensi hukum radhaah atau hubungan sesusuan dalam Islam. Kondisi ini, jika tidak dicatat atau diketahui keluarga, berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kita khawatir jika seorang ibu secara refleks menyusui anak orang lain tanpa pencatatan, kelak saat dewasa mereka bisa terjebak dalam pernikahan sedarah karena tidak mengetahui bahwa mereka saudara sesusuan, jelasnya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi pelengkap dari edukasi kesehatan fisik yang selama ini diberikan dalam Kelas Ibu Hamil. Dengan adanya tambahan materi spiritual dan hukum Islam, diharapkan calon ibu memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai tanggung jawab kehamilan.

Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai penyuluhan agama memberikan perspektif baru yang jarang dibahas dalam kelas kesehatan. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antarwarga desa.

Pihak KUA Bandarkedungmulyo berkomitmen untuk terus mengadakan penyuluhan serupa secara rutin. Tujuannya agar para ibu hamil tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual yang kuat dalam menjalani peran sebagai orang tua. Dengan demikian, proses kehamilan dan menyusui dapat dijalani secara utuh, menyatukan aspek medis, hukum, dan nilai keagamaan.

Manfaat Penyuluhan Agama bagi Ibu Hamil

  • Menyediakan wawasan tentang pentingnya menyusui dalam konteks agama
  • Memberikan pemahaman tentang hukum radhaah dan hubungan sesusuan
  • Mengedukasi calon ibu tentang tanggung jawab spiritual dalam kehamilan
  • Memperkuat ikatan sosial antarwarga desa
  • Menjadi pelengkap dari edukasi kesehatan fisik yang sudah ada

Pentingnya Pemahaman Spiritual dalam Proses Kehamilan

  • Menyusui bukan hanya sekadar tindakan medis, tetapi juga ibadah
  • Perlu adanya kesadaran bahwa tindakan menyusui bisa memiliki dampak hukum
  • Pengorbanan ibu dalam menyusui memiliki nilai pahala yang besar
  • Pemahaman ini membantu anak untuk lebih berbakti kepada orang tua

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh KUA Bandarkedungmulyo

  • Mengadakan penyuluhan agama secara rutin
  • Menggabungkan materi spiritual dan hukum Islam dalam edukasi ibu hamil
  • Meningkatkan kesadaran calon ibu terhadap tanggung jawab kehamilan
  • Menjaga keseimbangan antara aspek medis, hukum, dan keagamaan


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan