
Penipuan Wedding Organizer Byayupuspita yang Menggemparkan Jakarta
Ayu Puspita, pemilik wedding organizer (WO) Byayupuspita, terlibat dalam skema penipuan besar-besaran yang menimpa ratusan korban. Dalam kasus ini, Ayu dituduh mengambil uang dari klien untuk acara pernikahan, namun tidak memenuhi janjinya. Bahkan, rencana jahatnya mencakup pengambilan jatah warisan milik suaminya, yang seharusnya menjadi hak sang suami dari hasil penjualan rumah orang tua.
Korban penipuan WO Byayupuspita diperkirakan mencapai 260 orang dengan total kerugian sekitar Rp 16 miliar. Kejadian ini berawal ketika ratusan korban menggeruduk rumah Ayu di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur pada Minggu (7/12/2025). Mereka menuntut kejelasan dan pembayaran atas uang yang telah mereka bayarkan.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, pihak kepolisian telah menangkap lima orang terkait kasus ini. Mereka termasuk Ayu Puspita sendiri, manajer, hingga karyawan. Menurut Erick, Ayu sudah menerima uang dari para korban untuk menggelar acara pernikahan. Namun, saat hari H tiba, WO Byayupuspita gagal menjalankan kewajibannya sebagai penyedia jasa.
"Sudah menerima uang untuk melaksanakan acara pernikahan atau resepsi," kata Erick. "Tapi saat hari H, WO Byayupuspita tidak melaksanakan kewajibannya sebagai penyedia jasa."
Sampai saat ini, menurut Kompol Onkoseno Grandiarso, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, sudah ada 87 orang yang membuat laporan. Mereka melaporkan Ayu Puspita sebagai pemilik WO Byayupuspita atas dugaan penipuan dan penggelapan uang resepsi pernikahan.
"Ayu menawarkan paket pernikahan, tapi pada kenyataannya tidak memenuhi ketentuan itu," katanya.
Ayu Puspita mengakui bahwa ia telah menipu kliennya. Ia mengungkapkan bahwa selama ini uang pembayaran klien digunakan untuk menggelar acara klien sebelumnya. "Sebelumnya memang untuk pembayaran berikutnya itu dari penjualan lagi dan juga dari pameran masuk," katanya.
Skema ini dilakukan dengan cara menuntaskan klien lama dengan uang dari klien baru, yang dikenal sebagai skema ponzi. "Sekarang ini saya agak kesulitan karena memang brandnya seperti ini sekarang," katanya.
Ayu mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menghadapi masalah. "Sebenernya saya juga pengennya setiap minggunya lancar aja seperti setiap minggu sebelumnya," katanya.
Aksi tipu-tipu Ayu pertama kali mencuat ketika ada acara pernikahan yang tidak disediakan makanan oleh WO Byayupuspita. "Makanya kemarin yang waktu masalah katering itu memang baru sekali, sebelumnya kita tidak pernah untuk kekurangan katering malah lebih," katanya.
Kini Ayu merasa pusing karena tidak bisa menutup pembayaran klien yang lama karena tidak ada klien baru. "Saya masih bingung kalau tidak ada penjualan atau pameran, saya masih ngeraba juga," katanya.
Ayu Puspita berjanji akan mengganti uang klien dari hasil penjualan rumah. "Cuma memang saya mau ada usaha, rumah saya ada KPR, DP saya lumayan besar saya lagi usaha untuk saya jual asetnya untuk bisa refund ini," katanya.
Menurut Ayu, nilai dari rumah tersebut sebesar Rp 500 juta. "Yang saya sanggup, yang sudah saya hitung juga, untuk yang rumah saya itu memang mau saya jual juga karena memang KPR, jadi saya mau over alih ke tetangga saya kebetulan, nilanya kurang lebih Rp 500 juta," katanya.
Bukan hanya menjual rumah sendiri, Ayu Puspita juga akan menjual rumah peninggalan mertuanya. Dari hasil penjualan rumah mertua, Ayu akan mengambil jatah warisan suaminya. "Kemudian saya juga memang ada jatah dari suami saya untuk rumah di sini memang mau dijual juga saya mau ambil yang untuk jatah suami saya itu di Rp 500 juta juga," katanya.
"Saya tidak ngambil punya kakak-kakak, ini jatah untuk suami saya," tambah Ayu Puspita.
Kini, korban penipuan Ayu masih ada yang acaranya akan diselenggarakan pada Desember 2025. "Ibu untuk pernikahan 13 Desember 2025 atas nama Lulu, 21 Desember Deni Kurniawan dan 28 Desember Ardita alias Dita, ibu sanggup gak menyelenggarakan?" tanya penyidik.
"Saya belum bisa pak," jawab Ayu.
Pun dengan acara di luar bulan Desember 2025 nanti, Ayu juga tidak menyanggupi. "Saya masih belum ada gambaran. Untuk saat ini belum sanggup," kata Ayu Puspita owner WO Byayupuspita.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar