
nurulamin.pro, JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati memberikan sejumlah imbauan untuk menjadikan gaya hidup sehat seiring dengan munculnya virus influenza A (H3N2) atau yang biasa disebut super flu.
Virus H3N2 yang dikenal sebagai super flu terdeteksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu. Hingga saat ini dilaporkan tercatat total ada 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
"Pertama yakni untuk memperkuat imunisasi tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan, istirahat cukup, dan makan bergizi," ujar Widyawati dikutip Minggu (4/1).
Widyawati juga mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi itu terbukti ampuh untuk mencegah penularan virus super flu.
"Kemudian melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama pada kelompok rentan, yaitu lansia, ibu hamil, dan komorbid," katanya.
"Selain itu, tetap di rumah bila sakit, memperbanyak istirahat, konsumsi obat antivirus untuk meredakan gejala, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker," tambahnya.
Terpisah, Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K) mendorong agar masyarakat juga melakukan vaksinasi influenza untuk menghindari penularan super flu.
“Tetap dalam laporan-laporan dinyatakan bahwa kerentanan ini meningkat pada orang-orang yang tidak mendapatkan imunisasi influenza, jadi memang imunisasi influenza masih terbukti berpengaruh baik atau bisa menurunkan resiko pada mereka,” kata Nastiti.
Nastiti mengatakan influenza jenis super flu ini penularannya sangat cepat terutama di wilayah atau negara yang dingin. Karena penularannya melalui droplet atau ludah dari batuk atau bersin serta kontak langsung dengan cairan napas orang yang terinfeksi.
"Karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya, diperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih," kata Nastiti.
Diketahui, penderita super flu akan mengalami batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit kepala dan kelelahan.
Penyakit ini berbahaya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbiditas, penyakit jantung bawaan pada anak, kardiovaskular pada dewasa, penderita kanker, dan pasien dengan obat yang menekan imunitas.
Tips Mencegah Penyebaran Super Flu
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus H3N2:
- Meningkatkan imunitas tubuh dengan pola hidup sehat seperti mencuci tangan secara rutin, tidur cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.
- Melakukan vaksinasi influenza secara berkala, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid.
- Menghindari kerumunan dan menjaga jarak jika sedang mengalami gejala flu.
- Menggunakan masker ketika berada di tempat umum atau berinteraksi dengan orang lain.
- Menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan permukaan yang sering disentuh dan membuang sampah secara benar.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala yang muncul pada penderita super flu antara lain:
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair atau tersumbat
- Demam tinggi
- Menggigil
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan
Jika gejala tersebut semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Kelompok Rentan Terhadap Virus H3N2
Beberapa kelompok yang lebih rentan terkena dampak buruk dari virus H3N2 adalah:
- Balita
- Lansia
- Penderita penyakit kronis
- Komorbiditas
- Penyakit jantung bawaan pada anak
- Kardiovaskular pada dewasa
- Penderita kanker
- Pasien dengan obat yang menekan imunitas
Dengan kesadaran dan tindakan pencegahan yang tepat, masyarakat dapat mengurangi risiko penyebaran virus H3N2 dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar