Bagaimana Dokter Menentukan Anak Mengalami Obesitas?
Dalam dunia kesehatan, obesitas pada anak menjadi isu yang semakin sering dibahas. Pertanyaan mengenai bagaimana dokter menentukan apakah seorang anak tergolong obesitas atau tidak sering muncul dari para orang tua. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat memahami berbagai parameter dan metode yang digunakan oleh tenaga medis.
Menurut dr. Aisya Fikritama, Sp.A, seorang dokter spesialis anak, obesitas bisa diidentifikasi melalui beberapa cara. Salah satu metode yang umum digunakan adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan. Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan RI memiliki standar tertentu yang bisa menjadi acuan. Selain itu, dokter juga bisa menggunakan rumus indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai proporsi tubuh anak. IMT dihitung dari berat badan dibagi dengan tinggi badan kuadrat.
Setelah mendapatkan nilai IMT, dokter akan membandingkannya dengan standar usia. Anak yang memiliki IMT antara +2 hingga +3 biasanya dikategorikan sebagai overweight, sedangkan anak yang memiliki IMT di atas +3 disebut obesitas. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian obesitas bukan hanya berdasarkan penampilan fisik, tetapi juga pada angka-angka yang diperoleh dari pengukuran ilmiah.
Secara kasat mata, anak yang mengalami obesitas cenderung terlihat gemuk. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak yang terlihat gemuk pasti obesitas. Ada kemungkinan anak tersebut hanya memiliki bentuk tubuh yang bulat tanpa adanya penumpukan lemak berlebih. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan penampilan fisik saja.
Rentang Berat Badan Ideal untuk Anak Sesuai Rekomendasi Kementerian Kesehatan RI
Kementerian Kesehatan RI memberikan rekomendasi rentang berat badan ideal untuk anak-anak berdasarkan usia. Berikut adalah beberapa contoh:
- Usia 1 tahun
- Perempuan: 7–11,5 kg
-
Laki-laki: 7,7–12 kg
-
Usia 2 tahun
- Perempuan: 9–14,8 kg
-
Laki-laki: 9,7–15,3 kg
-
Usia 3 tahun
- Perempuan: 10,8–18,1 kg
-
Laki-laki: 11,3–18,3 kg
-
Usia 4 tahun
- Perempuan: 12,3–21,5 kg
-
Laki-laki: 12,7–21,2 kg
-
Usia 5 tahun
- Perempuan: 13,7–24,9 kg
- Laki-laki: 14,1–24,2 kg



Standar ini membantu orang tua memantau perkembangan berat badan anak secara lebih akurat. Jika berat badan anak melebihi rentang yang disarankan, maka kemungkinan besar anak tersebut berisiko mengalami obesitas.
Profil Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A
dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, merupakan seorang dokter spesialis anak yang saat ini berpraktik di RS UNS Sukoharjo. Ia menyelesaikan pendidikan SMA melalui program akselerasi di SMA Negeri 1 Surakarta. Minatnya terhadap dunia kedokteran membuat ia memilih untuk menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Selama masa studinya, dr. Aisya aktif sebagai asisten dosen dan peneliti. Pengalaman kerjanya sangat beragam, mulai dari menjadi dokter internship di RSUD Pandanarang Boyolali dan Puskesmas Boyolali II, hingga bekerja sebagai dokter umum di berbagai institusi seperti Klinik Kimia Farma Adi Sucipto dan RS UNS. Pada tahun 2023, ia pernah bekerja di RSU Asy Syifa Sambi Boyolali.
Saat ini, dr. Aisya bergabung dengan RS UNS Sukoharjo sebagai dokter spesialis anak, serta menjadi dosen dan staf pengajar. Ia juga aktif memberikan edukasi kesehatan anak melalui media sosial miliknya @dr.aisyafik.
Vitamin untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, vitamin menjadi salah satu komponen penting. Fitkom HI-C Tablet Hisap adalah multivitamin lengkap dengan rasa yang enak yang disukai anak-anak. Multivitamin ini mengandung vitamin, mineral, buah, dan sayur yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak di usia pertumbuhan serta menjaga kesehatan mereka.
Tersedia dalam bentuk tablet hisap dan gummy yang disukai anak, Fitkom HI-C menjadi pilihan yang praktis dan efektif. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk ini, klik [di sini].
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar