Cara Mengobati Biduran: Perawatan Medis yang Efektif

Pengobatan Biduran: Cara Mengurangi Gejala dan Mencegah Kambuh

Biduran bisa muncul tiba-tiba, menyebabkan kulit merah dan gatal, serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ada berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari pengobatan medis hingga terapi alternatif. Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi gejala, mencegah kambuhnya biduran, dan menjaga kenyamanan kulit. Dengan langkah yang tepat, Mama bisa tetap beraktivitas tanpa terganggu oleh rasa gatal dan bentol yang muncul secara tiba-tiba.

Berikut beberapa cara pengobatan biduran yang bisa diterapkan:

Antihistamin Oral


Antihistamin H1 generasi kedua direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk biduran (urtikaria) kronis. Obat ini bekerja dengan menekan efek histamin, zat yang dilepaskan tubuh saat terjadi reaksi alergi dan menyebabkan rasa gatal serta bentol di kulit. Contoh antihistamin yang umum digunakan adalah cetirizine, loratadine, dan fexofenadine, karena efektif meredakan gejala sekaligus aman untuk penggunaan sehari-hari. Karena termasuk generasi kedua, antihistamin ini lebih minim efek samping sedatif, sehingga tidak membuat kantuk berlebihan dibandingkan antihistamin generasi lama. Dokter biasanya meresepkannya satu kali sehari dengan dosis standar.

Kortikosteroid Oral (Hanya untuk Kasus Berat)


Untuk biduran parah atau luas, dokter kadang meresepkan kortikosteroid oral seperti Prednison untuk meredakan gatal, bentol, dan peradangan dengan cepat. Obat ini hanya digunakan jangka pendek, karena pemakaian lama bisa menimbulkan efek samping seperti risiko infeksi, tekanan darah tinggi, gula darah meningkat, dan osteoporosis. Prednison biasanya dipakai sebagai pilihan “darurat” ketika antihistamin tidak cukup efektif, dan dosis akan diturunkan atau dihentikan setelah gejala membaik.

Obat Topikal


Untuk biduran yang muncul di area kulit terbatas, dokter kadang meresepkan obat topikal, seperti salep atau krim kortikosteroid ringan. Obat ini bekerja dengan meredakan peradangan lokal dan mengurangi rasa gatal pada kulit. Penggunaan obat topikal harus sesuai petunjuk dokter, termasuk dosis dan frekuensi pengolesan. Pemakaian berlebihan atau terlalu lama dapat menimbulkan iritasi atau efek samping pada kulit, seperti penipisan kulit atau perubahan warna. Obat topikal biasanya menjadi pilihan pelengkap jika bentol tidak terlalu luas, atau untuk mengurangi gejala sementara sambil menunggu efek antihistamin bekerja.

Terapi Biologik


Jika biduran berlangsung lama atau tidak merespons antihistamin, dokter dapat mempertimbangkan terapi biologik. Salah satu obat yang umum digunakan adalah omalizumab, yang bekerja menetralkan IgE, zat penyebab reaksi alergi. Omalizumab biasanya diberikan melalui suntikan di rumah sakit atau klinik, sehingga pasien perlu diawasi tenaga medis selama dan setelah pemberian obat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Terapi biologik menjadi pilihan untuk biduran kronis atau refrakter. Dengan pengobatan yang tepat, gejala banyak pasien bisa membaik signifikan, sehingga kualitas hidup ikut meningkat.

Terapi Alternatif


Selain pengobatan medis, beberapa terapi alternatif bisa membantu meredakan gejala biduran, terutama untuk kasus ringan atau sebagai pelengkap pengobatan dokter. Beberapa contohnya adalah:

  • Kompres dingin
    Mengompres area yang bentol dengan kain bersih yang dibasahi air dingin atau es selama 10-15 menit bisa membantu mengurangi gatal dan pembengkakan.

  • Teh herbal atau lidah buaya
    Beberapa orang menggunakan gel lidah buaya atau teh chamomile yang dioleskan atau diminum untuk menenangkan kulit. Meski efektivitasnya masih terbatas, terapi ini relatif aman dan alami.

  • Relaksasi dan mengurangi stres
    Stres dapat memicu atau memperburuk biduran pada sebagian orang. Teknik relaksasi seperti meditasi ringan, pernapasan dalam, atau yoga bisa membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi frekuensi kambuhnya biduran.

Nah, itulah beberapa cara pengobatan biduran yang bisa Mama terapkan. Semoga bermanfaat, ya, Ma!

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan