
Identitas Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS Cilegon Terungkap
Polisi berhasil menangkap HA (31), pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman. Penangkapan ini menjadi titik awal terungkapnya sejumlah fakta yang mengejutkan masyarakat.
HA adalah seorang pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), yang kini tinggal dan bekerja di Kota Cilegon, Banten. Ia tinggal di kompleks Perumahan Bumi Rakata Asri, Kecamatan/Kota Cilegon. Kapolsek Cilegon, AKP Firman Al Hamid, membenarkan identitas tersebut. Menurutnya, HA adalah seorang karyawan swasta yang berasal dari Palembang dan tinggal di Bumi Rakata.
Jarak Rumah Pelaku dengan Korban Hanya 1,7 Kilometer
Salah satu fakta yang membuat publik tercengang adalah jarak antara rumah HA dengan rumah korban. Berdasarkan penelusuran melalui Google Maps, kediaman HA hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari rumah Maman Suherman. Rumah Maman Suherman berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan/Kota Cilegon.
Dengan jarak tersebut, waktu tempuh dari rumah pelaku ke rumah korban hanya sekitar empat menit menggunakan sepeda motor atau mobil. Kedekatan geografis ini memperkuat dugaan bahwa pelaku telah mengenal area dan lingkungan sekitar, termasuk rumah-rumah yang menjadi target kejahatan.
Ditangkap Saat Hendak Mencuri Brankas di Rumah Eks Anggota DPRD
Penangkapan HA ternyata tidak terjadi langsung terkait kasus pembunuhan MAHM. Polisi justru mengamankan pelaku saat ia hendak melakukan pencurian brankas di rumah milik mantan anggota DPRD Cilegon, Roisyudin Sayuri, pada Jumat sore.
Rumah Roisyudin diketahui berada di kawasan Pabuaran, Kelurahan Ciwedu, Kota Cilegon. Salah satu anggota keluarga Roisyudin, Dede Rohana, mengungkapkan bahwa HA tertangkap basah ketika aksinya dipergoki oleh asisten rumah tangga (ART). Dalam kondisi panik, HA kemudian bersembunyi di kolong mobil yang terparkir di garasi rumah tersebut.
Pelaku bahkan mengalami luka di kaki akibat terjatuh dari tangga sebelum akhirnya bersembunyi. “Dia (pelaku) ngumpet di bawah mobil, karena memang dia itu badannya kecil,” kata Dede.
Dikepung Warga, Diselamatkan dari Amukan Massa
Setelah diketahui bersembunyi di kolong mobil, pihak kepolisian bersama warga sekitar segera datang ke rumah Roisyudin untuk mengepung pelaku. Situasi sempat memanas karena warga yang geram nyaris menghakimi HA. Namun, polisi berhasil mengamankan pelaku dan mengeluarkannya dari bawah mobil sebelum amukan massa terjadi.
HA kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Jejak Pencurian Lama Terungkap
Pengungkapan kasus ini juga membuka fakta bahwa HA diduga bukan sekali melakukan aksi pencurian di rumah Roisyudin. Dede Rohana mengungkapkan bahwa pelaku diduga pernah mencuri perhiasan di rumah tersebut pada 28 Januari 2025. Meski saat itu gagal membawa brankas, pelaku diduga sempat mengambil sejumlah perhiasan.
“Dari kendaraan, ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV memang sama dengan dia (pelaku). Diperkuat ada barang bukti perhiasan masih ada rumahnya,” ujar Dede. Ia menduga HA kembali mendatangi rumah tersebut pada Jumat kemarin untuk membuka brankas ketika rumah dalam kondisi kosong.
Datang Lebih Siap, Bawa Alat untuk Bobol Brankas
Pada aksi terbarunya, HA disebut datang dengan persiapan lebih matang. Pelaku membawa peralatan yang diduga akan digunakan untuk membobol brankas di dalam rumah. “Di tasnya itu ada alat pemanas gembok, kayanya dia datang lagi mau dibongkar di dalam rumah, biar dibawa isinya saja,” ungkap Dede. Dugaan ini semakin menguatkan bahwa HA merupakan pelaku spesialis pencurian rumah kosong dan rumah mewah.
Tak Tahu Pelaku Terkait Pembunuhan Anak Politikus
Dede mengaku tidak mengetahui bahwa pelaku yang tertangkap di rumahnya memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan anak Maman Suherman. Fakta tersebut baru diketahui setelah polisi melakukan pendalaman. “Kita tidak tahu awalnya ada kaitannya sama kasus pembunuhan di BBS. Kita baru tahu semalem bahwa pelaku spesialis rumah mewah, rumah kosong,” ujar dia.
Pelaku Akui Pembunuhan MAHM
Terpisah, Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, mengungkapkan bahwa HA telah mengakui perbuatannya membunuh MAHM setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. “Selanjutnya, Resmob Polres Cilegon dan Resmob Polda Banten yang dipimpin Kasubbid Polda membawa pelaku untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah diperiksa, ternyata pelaku ini juga yang melakukan aksi pembunuhan di BBS III,” katanya.
Meski demikian, hingga kini motif pembunuhan tersebut masih belum diungkap secara terbuka. Kasi Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan, menyatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menyampaikan motif di balik tindakan keji tersebut. “Mohon waktu,” katanya singkat.
Kasus ini kini terus dikembangkan oleh aparat kepolisian. Penangkapan HA tidak hanya mengakhiri pelarian pelaku pembunuhan anak politikus, tetapi juga membuka dugaan adanya rangkaian kejahatan lain yang selama ini luput dari perhatian. Publik menanti jawaban: apa motif sebenarnya di balik hilangnya nyawa seorang anak berusia sembilan tahun itu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar