
Peran Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial
Penyaluran bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Nelayan dan Petani (BPNT), serta Bantuan Iuran Kesehatan (PBI KIS) sangat bergantung pada satu indikator penting yang disebut peringkat kesejahteraan keluarga atau desil. Desil memiliki peran penting dalam menentukan posisi ekonomi suatu keluarga berdasarkan data nasional. Semakin rendah desilnya, semakin besar peluang sebuah keluarga masuk daftar penerima bansos.
Namun tidak sedikit masyarakat yang menghadapi masalah klasik di mana desil mereka tidak sesuai dengan kondisi nyata. Banyak keluarga miskin yang justru masuk desil tinggi seperti desil 6, 7, bahkan 10. Hal ini menyebabkan mereka gagal mengajukan PKH atau BPNT meskipun membutuhkan bantuan.
Kementerian Sosial (Kemensos) kini membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengajukan penurunan desil. Proses ini dapat dilakukan secara mandiri, dibantu perangkat desa, atau melalui mekanisme resmi pemerintah daerah.
Desil Kesejahteraan sebagai Penentu Daftar Penerima Bansos di 2025
Pada tahun 2025, desil menjadi cara pemerintah mengelompokkan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Sistem ini dibagi menjadi sepuluh tingkat. Desil 1 sampai 4 masuk kategori miskin dan sangat miskin, sehingga peluang menerima bansos lebih besar. Sementara itu, desil 5 hingga 10 dianggap mampu sampai sangat mampu dan biasanya tidak termasuk penerima bantuan.
Sayangnya, di lapangan sering muncul masalah. Pertama, keluarga miskin justru tercatat di desil tinggi sehingga gagal mengajukan PKH atau BPNT. Kedua, keluarga yang sebenarnya mampu malah masuk desil rendah dan ikut menerima bantuan. Kekeliruan seperti ini terjadi karena kondisi ekonomi keluarga bisa berubah, sedangkan data tidak selalu ikut diperbarui. Karena itu, pembaruan data desil sangat penting agar bantuan tepat sasaran.
Tiga Pihak yang Bisa Ubah DTKS Termasuk Desil
Kemensos menegaskan bahwa data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak bersifat permanen. Setiap warga, perangkat desa, bahkan lembaga pemerintah bisa mengajukan perubahan jika ditemukan ketidaksesuaian. Berdasarkan regulasi, ada tiga pihak yang berhak mengusulkan pemutakhiran atau perubahan data tersebut.
-
Kementerian Sosial
Perubahan data dapat digunakan untuk kondisi khusus seperti korban bencana, disabilitas berat, korban TPPO, ataupun kondisi darurat lainnya. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi SICC. -
Pemerintah Daerah
Instrumen yang bisa melakukan perubahan data pada DTKS serta desil meliputi Dinas Sosial, kelurahan/desa, RT/RW, kepala lingkungan, PSKS. Pemerintah daerah dapat mengusulkan seseorang menjadi penerima bansos jika orang tersebut sudah berada di desil rendah (1–4).
Jika sebuah keluarga sebenarnya miskin tetapi tercatat di desil tinggi, maka datanya harus diperbarui terlebih dahulu. Prosesnya dimulai dari verifikasi lapangan. Petugas mengecek kondisi rumah, aset, dan keadaan hidup sehari-hari. Semua dicatat sesuai fakta tanpa ditambah atau dikurangi. Pendamping hanya menuliskan apa yang terlihat. Jika lantainya tanah, ditulis tanah. Jika lantainya keramik, ditulis keramik. Tidak boleh ada manipulasi. Data harus murni dan objektif sebelum keluarga bisa diusulkan sebagai penerima bantuan.
- Masyarakat Melalui Aplikasi Cek Bansos
Jalur ini paling populer karena bisa dilakukan secara mandiri tanpa harus menunggu perangkat desa. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa mengajukan diri sebagai penerima bansos atau melakukan perubahan data untuk penurunan desil jika data yang ada dirasa tidak sesuai. Selain itu, masyarakat juga bisa melaporkan kepada Kemensos jika ada ketidaksesuaian penyaluran bansos. Misalnya warga yang dinilai kaya dan tidak layak justru menjadi penerima bantuan sosial.
Cara Menurunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Berikut langkah mengajukan pemutakhiran atau penurunan desil:
-
Login ke Aplikasi Cek Bansos
Masuk menggunakan NIK dan data kependudukan. -
Lihat Status Keluarga
Sistem akan menampilkan nama anggota keluarga, alamat, serta desil yang berlaku saat ini. -
Cek Kelayakan Usulan
Jika Anda berada di desil 1–4, akan muncul opsi untuk mengusulkan bansos PKH, BPNT, atau PBI KIS. Jika berada di desil 5–10, terutama desil 10, maka fitur usulan bansos tidak muncul. Yang tersedia hanya usulan Pemutakhiran Data. Ini merupakan langkah awal untuk mengajukan penurunan desil. -
Ajukan Pemutakhiran Data
Masukkan alasan mengapa desil Anda perlu diturunkan, misalnya penghasilan tidak tetap, kondisi rumah tidak layak, tidak memiliki aset berharga, kehilangan pekerjaan, atau beban tanggungan meningkat. Data Anda akan diproses dan dilanjutkan ke desa/kelurahan.
Tahapan Lanjutan Setelah Pengajuan Penurunan Desil
Setiap usulan pemutakhiran data termasuk penurunan desil, baik dari warga maupun pemerintah daerah, akan dibahas dulu di Musdes atau Muskel. Di forum ini, kondisi keluarga dinilai ulang. Warga dibagi menjadi empat kategori yaitu sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan tidak miskin. Hasil penilaian inilah yang menjadi dasar bagi BPS untuk menyusun desil baru.
Setelah forum desa menyetujui perubahan data, pemerintah daerah mengesahkan hasilnya dan mengirimkannya ke Kemensos dan BPS. BPS kemudian menghitung ulang tingkat kesejahteraan keluarga dengan metode statistik nasional. Proses ini berlangsung setiap tiga bulan sekali. Karena itu, perubahan desil tidak langsung muncul, tetapi mengikuti jadwal pembaruan resmi.
Mengapa Penurunan Desil Penting?
Penurunan desil bukan proses administratif semata. Langkah ini langsung memengaruhi akses sebuah keluarga terhadap bansos. Jika keluarga miskin tercatat di desil tinggi, mereka bisa kehilangan haknya. Sebaliknya, keluarga mampu yang terlanjur masuk desil rendah akan diperbaiki agar tidak menerima bantuan yang bukan haknya. Tujuan penurunan desil sederhana, pemerintah ingin bantuan tepat sasaran dan diterima mereka yang benar-benar membutuhkan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar