Caracas membara, militer AS lancarkan serangan skala besar: Maduro dan istri dibawa keluar Venezuela

Caracas membara, militer AS lancarkan serangan skala besar: Maduro dan istri dibawa keluar Venezuela!

Warta Bulukumba - Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, kesunyian Caracas yang biasanya hanya dipecah oleh deburan angin tropis, mendadak robek oleh raungan mesin jet tempur yang membelah langit. Partikel debu dari gedung-gedung komando yang runtuh mulai menari di udara, bercampur dengan aroma mesiu yang menyengat. Lampu-lampu kota berkedip tak beraturan seiring lumpuhnya sistem pertahanan udara Venezuela akibat serangan presisi yang tak terduga.

Di balik hiruk-pikuk itu, unit elite Delta Force—bayangan-bayangan mematikan dari militer Amerika Serikat—bergerak seperti hantu, merayap masuk ke jantung kekuasaan demi mengakhiri sebuah pelarian panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tak lama setelah fajar pertama menyentuh reruntuhan pusat komando, Presiden Donald Trump muncul melalui platform Truth Social untuk meluncurkan pengumuman yang menggetarkan meja-meja diplomatik dunia. 

Nilai kepala Maduro sebesar USD 50 juta

Dengan nada kemenangan yang tegas, ia mengonfirmasi bahwa pasukan khususnya telah berhasil mengamankan Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dalam sebuah penyergapan kilat yang berisiko tinggi.

Trump menegaskan bahwa kedua sosok tersebut telah dievakuasi keluar dari tanah Venezuela untuk dibawa menghadapi meja hijau di Amerika Serikat, menutup babak kepemimpinan Maduro yang selama ini dituduh Washington sebagai pemimpin jaringan narkoterorisme internasional.

Penangkapan ini sebuah eksekusi atas status buronan dengan nilai kepala mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp775 miliar.

Dengan kekuatan intelijen tingkat tinggi, Amerika Serikat memutuskan untuk menjemput paksa sang presiden yang mereka klaim telah menyengsarakan rakyatnya sendiri melalui korupsi sistematis.

Menhan Venezuela: "Invasi pengecut!"

Operasi yang dimulai dengan pemboman pusat komando itu kemudian berujung pada penyergapan darat ke lokasi persembunyian rahasia Maduro, sebuah manuver yang kini disebut sebagai "invasi pengecut" oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino.

Di tengah ketidakpastian nasib sang pemimpin, Wakil Presiden Delcy Rodríguez berdiri dengan kecemasan yang mendalam, menuntut bukti kehidupan bagi Maduro dan istrinya yang kini berada di lokasi yang dirahasiakan oleh Washington.

Dunia kini sedang menahan napas. Apakah ini awal dari fajar kebebasan bagi Venezuela, ataukah justru bara api baru yang akan membakar kawasan tersebut dalam konflik berkepanjangan?

Akankah penangkapan ini membawa kestabilan baru di Venezuela, ataukah justru memicu api konflik yang lebih besar di kawasan Amerika Latin?***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan