Carlos Pena, 'Batu Loncatan' Sebelum Latih Persija dan Persita


Carlos Pena, pelatih asal Spanyol, kini menjadi sorotan dalam dunia sepak bola Indonesia. Ia adalah pelatih pertama yang membawa Ratchaburi FC, klub asal Thailand, ke panggung Asia Tenggara sebelum akhirnya berpindah ke dua klub Indonesia. Kini, ia dianggap sebagai salah satu sosok penting yang bisa memengaruhi jalannya pertandingan antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/26.

Ratchaburi FC, yang dikenal dengan julukan The Dragons, menjadi lawan Persib Bandung dalam laga tersebut. Pertandingan akan digelar dalam dua leg pada Februari 2026 mendatang. Namun, yang menarik adalah peran Carlos Pena dalam mengubah nasib beberapa pemain dan pelatih yang sebelumnya berkarier di klub Thailand tersebut.

Salah satu contohnya adalah Tyronne del Pino, yang sempat bermain untuk Ratchaburi pada paruh musim 2023/24. Setelah itu, ia sukses meledak bersama Persib di Liga 1 2024/25. Di balik kesuksesan Tyronne, ada nama Carlos Pena yang menjadi pelatih saat itu. Pena mengasuh Ratchaburi dengan rekor 14 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 16 kekalahan dari total 35 pertandingan musim 2023/25.

Setelah masa kerjanya di Ratchaburi berakhir, Pena bergabung dengan rival El Clasico Persib, yaitu Persija Jakarta. Di sana, ia berhasil membawa klub ibukota melaju ke semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2024. Sayangnya, performa Persija di Liga 1 tidak stabil, sehingga Pena hanya bertahan selama 30 pertandingan sebelum dipecat.

Meski dipecat oleh Persija, Pena tidak kehilangan peluang. Ia langsung dipinang oleh Persita Tangerang. Di bawah arahan Pena, Pendekar Cisadane mampu tampil impresif di Super League 2025/26. Dengan 25 poin dari 15 pertandingan, mereka berhasil menempati posisi kelima. Salah satu yang terbantu oleh kehadiran Pena adalah Hokky Caraka, yang kembali menunjukkan performa terbaiknya.

Dalam sebuah konferensi pers, Pena menyampaikan pengalamannya sebagai pelatih. Ia mengatakan bahwa meskipun masih muda, dirinya memiliki pengalaman selama 15 tahun sebagai pemain di level tertinggi Spanyol. Selain itu, ia juga pernah melatih di India dan Thailand sebelum akhirnya memutuskan untuk melatih di Indonesia.

“Saya tahu saya pelatih muda, tapi saya punya pengalaman yang cukup,” ujarnya. “Saya pernah melatih di India, Thailand, dan sekarang Indonesia. Saya merasa lebih paham lingkungan di sini.”

Pena juga menegaskan bahwa pengalamannya di Asia Tenggara memberinya keunggulan tersendiri. Ia percaya bahwa pengalaman tersebut akan membantunya dalam menghadapi tantangan sebagai pelatih di Indonesia.

Melihat latar belakang Carlos Pena sebagai mantan pelatih Ratchaburi dan Persija, banyak yang bertanya apakah ia memiliki harapan khusus terhadap pertandingan antara Persib dan Ratchaburi. Namun, hingga saat ini, Pena belum memberikan jawaban pasti. Yang jelas, kehadirannya di Indonesia membuka banyak peluang baru bagi sepak bola Tanah Air.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan