
Update Terbaru Penyaluran Bantuan Sosial Desember 2025
Penyaluran bantuan sosial pada bulan Desember 2025 memasuki tahap penting. Seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) asal Jawa Barat, Jihan, memberikan informasi terkini mengenai proses penyaluran bansos pada triwulan keempat melalui akun media sosialnya, Sabtu 13 Desember 2025.
Dalam pernyataannya, Jihan menyampaikan bahwa di akhir tahun 2025 akan dilakukan survei pembaruan data DTSEN 2025 oleh para pendamping PKH. Survei ini menjadi bagian dari proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial dan sekaligus menentukan kelanjutan status kepesertaan bansos di tahun berikutnya.
Yang menarik, pembaruan data ini secara otomatis menyasar penerima bansos yang mengalami perubahan desil, khususnya pada keluarga usia muda. Perubahan desil tersebut dapat terdeteksi melalui sistem cekbansos dan langsung masuk ke aplikasi SIKS milik pendamping PKH.
Jihan kemudian menjelaskan beberapa faktor yang membuat desil penerima bansos menjadi lebih tinggi dibanding penerima lainnya. Berikut adalah faktor-faktornya:
-
Penghasilan tetap
Faktor pertama adalah memiliki penghasilan tetap. Pada keluarga usia muda dengan satu atau dua anak yang belum usia sekolah, jika suami teridentifikasi bekerja dan memiliki gaji tetap, maka hampir dapat dipastikan masuk ke desil yang lebih tinggi. -
Kepemilikan aset
Faktor berikutnya adalah kepemilikan aset, seperti rumah atau tanah. Meski rumah bukan satu-satunya indikator, aset yang dimiliki tetap berpengaruh pada penilaian desil dalam DTSEN. Umumnya, keluarga muda masih mengontrak atau tinggal bersama orang tua, namun ketika sudah memiliki aset sendiri, nilainya akan tercatat dalam sistem. -
Pengeluaran bulanan
Pengeluaran bulanan juga menjadi penilaian penting. Pengeluaran yang relatif besar atau rutin setiap bulan menunjukkan kemampuan ekonomi yang lebih stabil, sehingga ikut mendorong peningkatan desil. -
Usaha keluarga
Keberadaan usaha keluarga turut menjadi pertimbangan saat ground check dilakukan. Usaha yang sudah mapan dinilai sebagai sumber penghasilan tetap yang memengaruhi status kesejahteraan keluarga. -
Tidak adanya anggota keluarga rentan
Terakhir, tidak adanya anggota keluarga rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, atau ibu hamil juga dapat memicu desil lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai mengurangi tingkat kerentanan ekonomi rumah tangga.
Dengan adanya pembaruan data DTSEN ini, Jihan mengingatkan KPM agar memahami kondisi ekonominya masing-masing dan siap menghadapi survei pendamping PKH demi memastikan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap 4 2025 tepat sasaran.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar